Bertempat di Balai Desa Bulusulur Wonogiri Jawa Tengah pada tanggal 28 Desember 2016 berlangsung kegiatan Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Tanaman Obat Kepada Kader PKK Desa Bulusulur Wonogiri. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dua dosen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma yaitu Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD dan Dr. Erna Tri Wulandari, M.Si., Apt. beserta lima mahasiswa yang tergabung dalam Herbal Garden Team (HGT), yaitu Jessica, Theodorus Garry Putra Gana, Karolla Leonarda Maria Mursita, Giacinta Hestia, Stfanus Sofian Arissaputra. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan PKMPU (Pengabdian Kepada Masyarakat Program Unggulan) yang didukung oleh LPPM USD.
Dalam sambutannya Kepala Desa Bulusulur Wonogiri Bapak Dwi Prasetyo, ST menyampaikan keinginan warga untuk kembali menggiatkan program apotik hidup dan berharap Fakultas Farmasi USD dapat membimbing warga Bulusulur terkait dengan pemanfaatan tanaman obat melalui apotik hidup. Program ini diharapkan dapat dilakukan kembali di tahun mendatang dengan fokus gerakan apotik hidup di lingkungan Desa Bulusulur Wonogiri dan aspek kewirausahaan terkait pengolahan tanaman obat.
Dari hasil diskusi terungkap pengalaman peserta bahwa jenis-jenis bumbu dapur telah dimanfaatkan, misalnya rebusan daun salam yang dirasakan manfaatnya untuk mengatasi diare dan masalah kolesterol, kunir dan asam jawa untuk mengatasi masalah gangguan menstruasi, rebusan rimpang jahe untuk penghangat badan dan meredakan batuk ringan. Narasumber yaitu Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD menyampaikan bahwa Indonesia adalah tempat tumbuhnya 80% herbal yang bermanfaat bagi pengobatan dan kecantikan yaitu sekitar 35.000 jenis tanaman (Tilaar, 2014). Kader PKK berperan penting dalam menggerakkan budaya minum jamu yang telah dicanangkan oleh Kementrian Kesehatan Indonesia. Menanam tanaman obat di lingkungan rumah berarti juga melestarikan lingkungan hidup dan menjaga tanaman tersebut dari kepunahan, selain manfaatnya bagi kesehatan keluarga. Dijelaskan pula oleh Ibu Aris Widayati, M.Si., Apt., PhD mengenai logo-logo obat tradisional dalam kemasan, yaitu logo jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka dan perbedaan ketiganya. Mahasiswa HGT mempraktekkan pengolahan tanaman obat menjadi kue kering dan membuat minuman bir Jawa yang berfungsi menyegarkan badan.
Ibu-ibu kader PKK yang berjumlah 25 orang dan aparat desa sangat antusias mengikuti acara ini. Acara ditutup dengan penyerahan beberapa jenis tanaman obat yang dibiakkan di kebun obat Fakultas Farmasi USD dan penyerahan buku mengenai manfaat herbal yang ditulis oleh dosen Fakultas Farmasi USD yaitu Yohanes Dwiatmaka, M.Si. Para kader PKK Desa Bulusulur Wonogiri menyatakan kegembiraannya dapat belajar tentang manfaat tanaman obat dan mengharapkan tahun depan program lanjutan dapat diselenggarakan lagi. (AW)




