USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Multi-dimensi Permasalahan Ekonomi Yogyakarta

diupdate: 10 tahun yang lalu


“Menjadi wadah yang dapat menyalurkan kreativitas siswa-siswi SMA/SMK adalah alasan mengapa acara ini diselenggarakan.” demikian disampaikan oleh Bapak Stephanus Eri Kusuma, S.E., M.Sc. selaku Koordinator penyelenggara kegiatan Economics Learning Competition (ELC) 2016 dalam kata sambutan yang diberikan. Sebuah bentuk kepercayaan diri dari program studi (prodi) Ekonomi sebagai prodi termuda di bawah Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (USD). Acara ini merupakan acara pertama yang diadakan prodi Ekonomi FE USD.
Ucapan selamat disampaikan oleh Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D. selaku Wakil Rektor 1 USD kepada prodi Ekonomi atas acara pertama yang diadakan. Dalam kata sambutannya, Wakil Rektor 1 USD ini juga menambahkan ekonomi menjadi acuan pemerintah dalam menentukan kebijakan publik yang akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, sehingga penting untuk mendalami ilmu ekonomi. Acara seminar dengan tema “Multi-dimensi Permasalahan Ekonomi Yogyakarta” ini diadakan pada hari Sabtu, 10 Desember 2016. Bertempat di Ruang Koendjono USD, dengan menghadirkan Antonius Budisusila, S.E., M.Soc.Sc yang merupakan Dosen FE USD dan Konsultan Ekonomi. Selain itu, hadir Elanto Wijoyono seorang Aktivis Konservasi Budaya dan Sosial Kemasyarakatan sebagai narasumber. Seminar dibuka dengan penjelasan singkat mengenai arah diskusi seminar oleh moderator yaitu Romo In Nugroho Budisantoso, S.J. M.Hum., M.P.P yang merupakan dosen di prodi Ekonomi USD.
Permasalahan yang diangkat oleh kedua narasumber merupakan masalah yang sudah akrab bagi masyarakat Yogyakarta, seperti maraknya pembangunan hotel yang menyebabkan berkurangnya jumlah air bersih di Yogyakarta. Selain permasalahan air bersih, terdapat hotel yang tidak mematuhi aturan standar pengadaan lahan parkir, hal ini menyebabkan kendaraan parkir di lahan yang tidak seharusnya seperti di tepi jalan raya yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut. Di sisi lain, masalah yang dihadirkan oleh narasumber adalah persepsi yang dimaklumi oleh masyarakat, tetapi akan menjadi masalah adalah persepsi masyarakat angkatan kerja yang tergantung kepada lowongan pekerjaan, bukan melihat kepada peluang untuk berwirausaha. Masalah yang sudah disadari tetapi belum mampu diatasi ini menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan. Hal tersebut mampu membuat siswa SMA/SMK maupun guru pendamping dan mahasiswa yang hadir bersemangat untuk bertanya.
Setelah dilaksanakan seminar, acara ini dilanjutkan dengan pengumuman Lomba Kreativitas Belajar Ekonomi 2016 yang telah melalui tahap penyeleksian. Tahap seleksi ini sudah dilakukan sejak bulan Oktober hingga November. Lomba yang diadakan oleh ELC 2016 adalah lomba pembuatan video dokumenter, foto bercerita, dan lomba esai. Ketiga lomba ini menggunakan tema besar masalah perekonomian di Yogyakarta. Peraih juara pertama dari masing-masing cabang lomba juga diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karyanya. Dalam pemaparan yang singkat siswa SMA/SMK ini mampu memperlihatkan kualitas pemuda-pemudi bangsa yang siap membawa perubahan yang lebih baik untuk Indonesia khususnya dalam bidang perekonomian. (ND)

  kembali