USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pagelaran Tari Kecak-Legong Kurusetra

diupdate: 10 tahun yang lalu


Alunan musik instrumen khas Bali membuka Pagelaran Tari Kecak-Legong Kurusetra yang diselenggarakan di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma (USD). Nuansa Bali yang sangat kental diwujudkan dengan dekorasi panggung dan didukung dengan panitia yang mengenakan pakaian khas Bali. Pagelaran ini merupakan kerjasama antara Unit Pelaksana Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (UPMPK) USD dengan Komunitas Tari Bali Sekar Jepun. Didukung oleh peserta UPMPK yang sudah dilatih dan diseleksi sebagai penari oleh Komunitas Sekar Jepun, peatih dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan penabuh dari Keluarga Putra Bali Purantara.
“Malam hari ini kita mewarisi seni dan budaya, yang merupakan kreasi yang tidak lekang oleh waktu. Untuk menjaga keberagaman dan menghargai kebudayaan dan keyakinan kelompok-kelompok yang ada di tanah air ini”. demikian disampaikan Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc, Ph.D. saat memberikan sambutannya. Selanjutnya, Dr. C. Teguh Dalyono, M.S. selaku Koordinator UPMPK USD menambahkan, bahwa pagelaran ini merupakan metode baru yang digunakan untuk menumbuhkembangkan daya apresiasi mahasiswa akan seni budaya nusantara dan juga menginternalisasi nilai-nilai luhur tradisi.
Pagelaran yang diselenggarakan pada hari Minggu, 27 November 2016 ini berlangsung dengan suasana yang tenang. Beberapa tarian yang ditampilkan selama pagelaran ini adalah tarian sakral. Terdapat 6 tarian yang disuguhkan, di antaranya adalah Tari Pendet yang ditampilkan di awal acara yang disimbolkan untuk menyambut kehadiran penonton dan tamu undangan yang hadir. Selain itu, terdapat Tari Topeng Tua yang menggambarkan seseorang yang berusia senja namun masih memiliki semangat dan daya hidup muda. Pagelaran ini ditutup dengan Tari Kecak-Legong Kurusetra yang merupakan tari garapan yang menggabungkan Kecak dan Legong untuk menyampaikan pesan. Tarian ini terinspirasi dari konflik yang terjadi antara Drupadi, Pandawa, dan Kurawa dalam Epos Mahabrata. Kurusetra dalam tarian ini dimaknai sebagai arena, dan tarian ini merupakan simbol dari arena pergulatan dan pertarungan nilai-nilai yang ada dalam diri setiap manusia. (ND)

  kembali