Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Balet “Tutu Club” Universitas Sanata Dharma (USD) kembali mengadakan pagelaran balet kontemporer. Pada tahun ini, kisah yang diangkat merupakan adaptasi dari film “The New World”, Pocahontas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 26 November 2016, bertempat di Auditorium Driyarkara USD.
Karya tari Pocahontas ini terinspirasi dari film The New World, dengan orientasi garapan menggunakan gerak dasar Ballet dan Kontemporer. Berawal dari kehidupan suku Powhatan yang damai dan tenteram, dan pada suatu ketika wilayah suku Powhatan mulai ditemukan oleh pasukan Inggris. Suatu hari saat John Smith menyusuri hutan, John Smith tertangkap oleh suku Powhatan dan hendak dieksekusi mati, Pocahontas yang mengetahui hal itu tidak tinggal diam. Dia datang untuk membatalkan eksekusi tersebut. Pocahontas berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kedamaian. Ketua suku mengabulkan permintaan Pocahontas. John Smith pun diterima dengan baik di dalam kehidup suku Powhatan. Dari situlah benih cinta John Smith dan Pocahontas tumbuh. Waktu berlalu dengan cepat, ketua suku mengetahui Inggris ingin menetap di wilayah suku Powhatan. Hingga akhirnya terjadilah pertempuran tragis antara kedua belah pihak. Dimana Pocahontas tetap mempertahankan kedamaian dan cinta terlarangnya bersama John Smith.
Patrisius Mutiara Andalas, SJ, selaku Wakil Rektor III USD, menyampaikan bahwa kisah Pocahontas merupakan kisah tentang alam dan manusia dan melalui kisah ini, kita diingatkan bahwa saat ini seringkali alam dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Beliau juga mengucapkan selamat kepada UKM Tutu Club atas pencapaiannya ini dan kiranya boleh semakin termotivasi untuk terus mengembangkan diri ke depannya.
Kesuksesan pagelaran ini juga tidak lepas dari kerja keras orang yang bekerja di balik layar, antara lain Dewi Widyastuti (Pendamping UKM Tutu Club), Very Andrian (Art Director), Ginna Nafsyih P (Sutradara/Koregrafer), Agus Suga (Music Director), dan masih banyak lagi orang-orang hebat di balik layar yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Ouda Teda Ena, Ed.D. selaku Ketua Dies Natalis USD ke-61, menyampaikan bahwa pertemuan tentang hal lama dan tentang hal baru seringkali menimbulkan gesekan seperti yang diungkap dalam kisah Pocahontas. Seiring dengan tema Dies Natalis USD ke-61, “Cerdas dan Humanis di Era Digital”, modernisasi dan hal-hal tradisional seringkali menimbulkan gesekan yang ada di masyarakat. Beliau berpesan semoga melalui acara ini, para penonton dapat belajar banyak kebijaksanaan yang tersimpan di dalam setiap adegan. (k_ant)




