“Tangga Sastra Dalam Melodi Kata” merupakan tema dalam acara SasArt Fest. Acara yang diselenggarakan Bengkel Sastra, Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma ini diadakan Sabtu 12 November 2016, bertempat di Student Hall Kampus 1 Universitas Sanata Dharma. “Tema di atas diandaikan dengan kata, kita bisa berkreasi termasuk mengkritisi keadaan. Melihat Indonesia sekarang ini, dengan kata bisa menimbulkan suatu fenomena budaya di mana kata yang dihilangkan atau ditambahkan bisa menimbulkan gejolak politik. Maka sebagai orang sastra kita tentu memahami ini sebagai bagian dari pergulatan kita supaya dengan sastra kita bisa memanusiakan diri sendiri maupun memanusiakan orang lain dan bangsa kita.” demikian sambutan dari Bapak P. Ari Subagyo selaku Dekan Fakultas Sastra USD.
SasArt Fest merupakan acara perdana yang diadakan Bengkel Sastra dalam panggung terbuka. Jika pada tahun-tahun sebelumnya diadakan dalam lingkup prodi saja yaitu malam ekspresi. SasArt Fest tahun pertama ini bertujuan memberikan wadah bagi mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia USD untuk menampilkan dirinya di atas panggung terbuka.
Rangkaian acara SasArt Fest ini pertama disambut dengan Instalasi Sastra
yang dipersiapkan oleh semua panitia dan beberapa volunteer mahasiswa Sastra Indonesia, kemudian ada pojok testimoni, di mana teman-teman yang hadir mengisi kesan dan pesan selama acara berlangsung. Dalam panggung terbuka ada penampilan pantomim, lakon teatrikal, musikalisasi puisi, dan drama yang dibawakan oleh mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma. Pada acara puncak ada penampilan Guest Star yang menambah semarak acara SasArt Fest.
“Terima kasih kepada pihak yang membantu terselenggaranya SasArt Fest ini: Universitas Sanata Dharma, Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Indonesia, Sponsor, media partner, donatur, dan seluruh panitia SasArt yang terbentuk dari bulan Mei.” ujar Tita selaku Ketua Panitia SasArt Fest.
“Membeli baju di Surabaya, mampir di Malang naik sepeda, selamat belajar jadi manusia dengan SasArt jiwa menjadi merdeka. Moga-moga dengan acara ini kita tidak hanya bermain kata-kata dan merayakan kehidupan dengan kata-kata, tetapi kita dengan sungguh menjadi orang kritis, cerdas, humanis melalui SasArt.” pantun dari Bapak Ari. (YMN & FAS)




