USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Bangun Kebersamaan dalam Dayak Nite 2016

diupdate: 10 tahun yang lalu


Komunitas Pakat Dayak Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Sabtu, 12 November 2016 menyelenggarakan serangkaian acara bertajuk Dayak Nite 2016 yang bertema ‘Mentransformasikan Budaya Dayak Dalam Era Global’. Acara yang bertempat di Auditorium Driyarkara ini diadakan dalam rangka memperingati Dies Natalis 61 USD yang bertemakan “Cerdas dan Humanis di Era Digital”.
Terdapat dua rangkaian acara dalam Dayak Nite 2016 yaitu Seminar Budaya Dayak dan Expo Pentas Seni. Seminar Budaya Dayak diadakan pada hari yang sama pukul 09.00-13.00 WIB di Ruang Koendjono, Kampus II USD. Seminar ini diisi oleh pembicara Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc. dan Alexander Haryanto bersama Bridiga Intan Printina, M.Pd sebagai moderator. Mudayen, selaku dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi USD, menyampaikan materi seminar berjudul ‘Menggali Nila-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Dayak’. Dalam presentasi tersebut, beliau menjelaskan nilai-nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam aktivitas keseharian Suku Dayak, antara lain nilai budaya Rumah Betang Suku Dayak yang mengedepankan kebersamaan dan keharmonisan, kearifan lokal dalam makna Mandau sebagai simbol tanggungjawab dan kedewasaan, dan lain-lain.
Selanjutnya, Alexander Haryanto yang merupakan seorang penulis dan wartawan di Tirto.id menambahkan informasi seputar kelestarian budaya Suku Dayak yang mulai terancam di era global ini. Beliau menjelaskan keresahannya terhadap budaya Ladang Berpindah yang terancam oleh peraturan daerah mengenai pembakaran lahan untuk mencegah kabut asap. Alexander juga menceritakan nilai kearifan lokal dari Tato yang dimiliki beberapa Suku Dayak diantaranya Suku Dayak Iban dan Suku Dayak Kayan.
Seminar Budaya Dayak ini dihadiri pula oleh Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J., SS., S.T.D selaku Wakil Rektor III USD dan Romo Dr. Gregorius Budi Subanar, S.J, Dosen Magister Ilmu Religi dan Budaya USD. Setelah Seminar berakhir, para peserta dibagikan sertifikat dan makan siang.
Rangkaian acara selanjutnya adalah Expo Pentas Seni yang bertempat di Auditorium Universitas Sanata Dharma. Acara ini dimulai dari pukul 17.00-21.00 WIB. Saat pembukaan acara, Romo Patrisius Mutiara Andalas, S.J., SS., S.T.D menyampaikan apresiasinya kepada Komunitas Pakat Dayak USD selaku penyelenggara acara ini. “Meskipun teman-teman dari Kalimantan merantau ke Yogyakarta dan kota-kota yang lain, tidak meninggalkan budaya Dayak itu tapi membawa bersama dengan kita. Sebuah budaya tidak kita tinggal ketika kita merantau ke tempat lain, tetapi kita bawa dan budaya itu mewarnai lokasi baru di tempat kita. Tidak hanya di Universitas Sanata Dharma tapi juga Yogyakarta bahkan Indonesia diperkaya oleh Budaya Dayak yang rekan-rekan bawa ke sini.” tutur Wakil Rektor III yang kerab disapa Romo Andalas ini.
Expo Pentas Seni Dayak Nite 2016 menampilkan kesenian tari dan musik dari beberapa komunitas dan forum anak-muda Kalimantan. Penampilan Sapek Solo yang indah membuka acara Dayak Nite, diikuti juga penampilan lagu Akai Dai yang dibawakan oleh Tino Ame, juga Dara Amunt dan Sempurna yang dibawakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Malawi (Forum Mapawi). Penampilan tarian khas Dayak juga mewarnai Dayak Nite 2016 yang dipersembahkan oleh Komunitas Pakat Dayak Universitas Sanata Dharma yang diberi nama Tarian Hula-Hula. Tarian Hula-Hula ini menceritakan jati diri seseorang yang hadir dari perbedaan. Ada pula tarian dari Sanggar Bugong Betaja yang bertemakan Sungai Kapuas. Tidak hanya penampilan tari dan seni musik, panitia juga membagikan marchandise untuk beberapa penonton. Acara ini kemudian ditutup dengan joget bersama seluruh panitia, pengisi acara beserta peserta di panggung. 
Semua penampilan di Expo Dayak Nite 2016 ini memberikan nuansa  dan suasana Kalimantan, khususnya Suku Dayak yang terkenal dengan keberagaman budayanya.  Antusiasme bukan hanya datang dari panitia, namun juga dari audiens. “Dalam acara ini, saya yang berasal dari Kalimantan merasa bangga.” kata seorang audiens yang maju ke panggung untuk mendapatkan cindera mata. (DW)

  kembali