Seminar Nasional dengan tema “Digital Entrepreneurship” dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Sanata Dharma ke-61 dan HUT Koperasi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma ke-30 telah berlangsung pada Sabtu, 29 Oktober 2016 di Auditorium Driyarkara, Kampus II Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Seminar ini ditujukan untuk umum dan dihadiri lebih dari 500 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.
Acara mulai pada pagi hari dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Himne Universitas Sanata Dharma, dan Mars Koperasi Mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang dilanjutkan sambutan-sambutan. Selesai mendengarkan sambutan acara berlanjut dengan peresmian HUT Kopma USD ke-30 yang ditandai pemotongan tumpeng secara simbolis oleh Bapak Aziz selaku pembimbing Kopma USD dan diberikan kepada Aloysia selaku Ketua Kopma USD.
Seminar Nasional tersebut menghadirkan lima pembicara yang dibagi dalam 2 sesi. Pembicara yang mengisi seminar pada sesi 1, yaitu Hengky Christianto (360 Panoramic Photography Indonesia), Andreas Senjaya (IGrow-Farmville di Dunia Nyata), dan Rubby Emir (Kerjabilitas-Platform pencari kerja khusus para difabel). Henky Christianto memberikan materi tentang 360 photography yang memiliki misi untuk men-capture alam (panorama) dan tempat bersejarah di Indonesia. Menggunakan 360 photography nantinya akan membuat kita seolah berada dalam video tersebut. Andreas Senjaya membawakan materi tentang teknologi yang dapat menjadi pengaktif bagi industri baru yaitu IGROW dengan penanaman sebanyak-banyaknya melalui petani yang dahulu dianggap kurang mampu mengakses modal dan fasilitas yang kurang mendukung. Pembicara terakhir dalam sesi 1 yaitu Rubi Emir menyatakan bahwa “Inisiatif digital sebagai solusi masalah-masalah bangsa yaitu dengan menciptakan platform untuk membantu difabel dalam memberikan lowongan kerja”.
Pada sesi 2 materi diberikan oleh Dr. Ir. Hari Santoso Sungkari M.H (Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif RI) yang membahas mengenai ekonomi kreatif. Menurut beliau, ekonomi kreatif tidak pernah merasa puas namun harus berkreasi dan selalu membuat inovasi serta “Era Ekonomi Kreatif” harus menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Materi seminar terakhir oleh Prof. Dr. M. Suyanto M.M (Ketua STMIK AMIKOM) yang memberikan materi mengenai peluang emas film animasi lokal ke pasar global.
Acara Seminar Nasional semakin meriah oleh penampilan dari UKM Grisadha yang menampilkan tarian garapan Aja Lali, persembahan 4 buah lagu pop oleh Stevanus Novan, dan musikalisasi puisi oleh UKM Band Sexen berhasil menyita perhatian peserta. Acara seminar diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada lima orang yang menjadi pembicara. Penyelenggaraan Seminar Nasional ini harapannya dapat memberikan tambahan wawasan bagi peserta dalam merintis kewirausahaan di era digital. (NW)




