USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PUSdEP Raih Nominasi Penghargaan dari Argentina

diupdate: 17 tahun yang lalu

Prestasi mengagumkan terus saja dicetak oleh PUSdEP (Pusat Sejarah dan Etika Politik) Universitas Sanata Dharma. Selain secara kontinyu bekerja sama dengan banyak pihak baik lokal maupun internasional, dalam bentuk kerjasama penelitian dan seminar, PUSdEP juga secara konsisten mengajak masyarakat, terutama generasi muda, agar sadar akan sejarah bangsa Indonesia dan peka terhadap isu- isu sosial. Kerja keras serta dedikasi tersebut kiranya membuahkan hasil. Sebuah pengakuan diberikan oleh dunia internasional lewat nominasi penghargaan dari Argentina. The Emilio F. Mignone International Human Rights Prize, merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada lembaga-lembaga yang secara konsisten memperjuangkan Hak Asasi Manusia, terutama bagi mereka yang selalu terpinggirkan dan yang suaranya tak didengar. Penghargaan yang memasuki tahun ketiga akan dianugrahkan kepada pemenang di San Marino Palace oleh Kementrian Luar Negeri Argentina. Pemenang akan diundang secara khusus ke Argentina selama seminggu dan berhak terlibat dalam konferensi kemanusiaan internasional. Tahun 2008, penghargaan ini jatuh kepada Asociacion de Familiares de Detenidos- Desaparecidos y Martines de la Liberacion- Nacional de Bolivia (ASOFAMD) dari Bolivia, sedangkan tahun 2009 dimenangkan oleh Washington Office on Latin America (WOLA). Tahun 2010 ini, PUSdEP diberi kehormatan untuk menjadi salah satu nominasinya. “Saya kira ini penghargaan untuk USD atas perhatian dan perjuangan terhadap nilai-nilai kemanusiaan HAM, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.” Begitulah kesan Dr. Baskara Tulus Wardaya, SJ, selaku Direktur PUSdEP. Romo yang akrab disapa Romo Bas ini pada kesempatan yang sama juga menyampaikan harapannya agar kita semua lebih bersemangat untuk memperjuangkan HAM. Lebih lanjut, ia juga mengekspresikan rasa terima kasih dan bangganya kepada seluruh staf dan rekan PUSdEP yang dianggap telah sungguh-sungguh bekerja keras. “Award itu nomer 2, kerja keras itu yang nomer 1!” lanjutnya. Bukankah ini salah satu bentuk ‘cerdas dan humanis’ yang nyata? (Bunga)

  kembali