USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Meriahnya Culture Fest ke-9 Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma

diupdate: 10 tahun yang lalu


Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma telah sukses mengadakan Culture Fest ke-9, Sabtu, 5 November 2016 dengan tema “Cerita Suka Cita Budaya”. Culture Fest ini berlangsung sangat meriah dengan adanya demo masak dan bazar makanan khas dari berbagai negara yang berada di stand-stand depan Kantin Universitas Sanata Dharma. Dua belas stand yang ada di Culture Fest kali ini, yaitu:  Vietnam, Thailand, Ukrania, Bangladesh, USA, Bahrain, Australia, RRT, Myanmar, Korea, Perancis, dan Jepang. Selain itu, ada juga penampilan budaya Sekar Jepun oleh Rio, Tari Jawa, Korean Dance, Tari Vietnam oleh murid Darmawisma USD, penampilan murid Vietnam dari UAD, Aikido, tarian dan nyanyian dari murid Jepang, penampilan dari murid Thailand, Sekar Jepun, dan Subkultur Artifisial. Penampilan budaya ini dikemas dalam bentuk drama di Panggung Terbuka Universtias Sanata Dharma. Setelah itu, acara selanjutnya adalah acara puncak yakni pembacaan puisi yang diterjemahkan ke dalam 14 bahasa.
Acara Culture Fest berlangsung dari pukul 16.00 WIB yang dimulai dengan demo masak. Setiap stand pun berlomba-lomba untuk menampilkan masakan khas terbaik dari negaranya. Pengunjung pun diperbolehkan mencicipi dari makanan yang ada di stand tersebut. Pengunjung juga bisa membeli makanan tersebut saat acara selanjutnya, yaitu bazar makanan. Dalam acara ini, pengunjung diperkenankan untuk membeli kupon di meja registrasi, satu kupon harganya Rp. 2.500. Harga makanan stand pun cukup terjangkau, hanya 2-3 kupon saja. Setelah itu, acara penampilan budaya di Panggung Terbuka USD dimulai pukul 18.00 WIB yang dibuka dengan beberapa sambutan, yaitu dari Ketua Panitia Culture Fest ke-9, Ketua Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma, dan Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma.
Patrik Adriha Barahan, selaku Ketua Panitia menyampaikan terimakasih kepada seluruh tamu undangan dan para pengunjung dalam sambutannya. Menurutnya, budaya merupakan peninggalan dari masa lalu yang perlu dilestarikan, oleh karena itu, Culture Fest kali ini dikemas dengan menarik yaitu berbagai musik etnik dalam drama serta pembacaan puisi. Dr. Bernadine Ria Lestari, selaku Ketua Lembaga Bahasa USD juga setuju bahwa Culture Fest yang ke-9 ini menarik karena pengemasan acaranya untuk saling memperkenalkan budaya. “Seperti halnya belajar bahasa, kita juga belajar budaya. Lembaga Bahasa USD juga memadukan bahasa dan budaya.” tutur beliau dalam sambutannya. Bu Ria juga menjelaskan makna logo api yang warna-warni yaitu bahwa Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma hendak menghidupkan macam-macam warna (seperti pelangi) bukan hanya merah sehingga saling menghargai satu sama lain. Oleh karena itulah, beliau juga terkesan dengan kalimat terakhir puisi yang hendak dibacakan: ”Masihkan kita rindu pada pelangi?” Selain itu, Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed, Ph.D selaku Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma pun menyatakan dukungan Universitas Sanata Dharma pada Culture Fest karena dua alasan, yaitu sesuai nilai dasar USD yakni menghargai keberagaman dan acara ini sebagai bentuk komunikasi global. Beliau juga mengajak untuk merayakan keberagaman karena dengan beragam itu indah. (PB)

  kembali