USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Ikatan Lembaga Mahasiswa APTIK 2016: Dipanggil untuk Berkarya Bagi Sesama

diupdate: 10 tahun yang lalu


Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tanggal 27-30 Oktober 2016, mengadakan pertemuan BEM dan SENAT di Wisma Syantikara dengan Universitas Katolik yang telah tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) di seluruh Indonesia. Adapun universitas-universitas yang dimaksud adalah Universitas Dharma Cendika Surabaya, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Katolik Widya Mandala Surabya, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun, Universitas De La Salle Manado, Universitas Katolik Widya Karya Malang, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan St. A Paolo Surabaya.
Tema yang diangkat pada pertemuan kali ini ialah “Dipanggil Untuk Berkarya Bagi Sesama”. Pada tanggal 28 Oktober 2016 yang bertepatan dengan Sumpah Pemuda, Bapak Gregorius Budi Subanar,SJ atau yang lebih akrab disapa dengan Romo Banar, hadir sebagai pembicara atas acara pembukaan.  Romo Banar dapat membakar semangat para peserta dengan motivasi yang membangun dan memberikan tips-tips menjadi seorang pemimpin yang baik.
Setelah acara pembukaan, peserta kemudian memasuki ruang sidang. Pertemuan ini dibagi menjadi 4 sidang, masing-masing sidang membahas tentang presidium sidang, logo, visi dan misi, serta isu-isu yang akan diangkat baik skala daerah masing-masing universitas maupun skala nasional. Pertemuan BEM dan SENAT akhirnya dinamakan Ikatan Lembaga Mahasiswa Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (ILM APTIK). Universitas-universitas yang dipercaya menjadi koordinator ialah, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sebagai Koordinator Pusat (Korpus), Universitas De La Salle sebagai Koordinator Isu (Korsu), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya sebagai Koordinator Wilayah Jawa Timur, dan Universitas Katolik Soegijapranata sebagai Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dengan adanya ILM APTIK ini diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan yang terjadi karena mahasiswa-mahasiswi Indonesia sudah lama “tidur” atas isu-isu yang terjadi akhir-akhir ini.
Pada hari terakhir, seluruh peserta dan panitia diajak untuk melihat keindahan kota Yogyakarta. Destinasi pada hari itu ialah Keraton Yogyakarta, Taman Sari, dan Malioboro. Kegiatan diisi dengan wisata yang membuat rasa persaudaraan tiap peserta dan panitia menjadi erat. Dengan adanya ILM APTIK yang pertama ini, semua peserta dan panitia berharap agar ILM APTIK dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya dan menjadi terang bagi sesama. (RK)

  kembali