Pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016 Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan sebuah flashmob bertajuk “Merawat Keberagaman”. Flashmob ini merupakan wujud “kampanye” untuk mengajak kita semua untuk merawat keberagaman. Flashmob dipilih sebagai sarana menyuarakan semangat ini karena merupakan cara yang menarik dan tepat dibandingkan demonstrasi ataupun orasi.
Flashmob diawali dengan arak-arakan singkat dari parkiran motor barat hingga Kampus I Universitas Sanata Dharma. Dua orang panitia memimpin arak-arakan dengan membawa dua bendera merah putih, sedangkan para peserta membawa bendera warna-warni. Peserta diatur untuk berbaris berdua-dua agar tidak mengganggu lalu lintas di jalan yang dilewati.
Oleh karena paksanaan flashmob ini masih dalam suasana “Sumpah Pemuda” yang jatuh di hari sebelumnya (28 Oktober 2016), di sepanjang arak-arakan para peserta diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan seperti Satu Nusa Satu Bangsa dan Tanah Airku dengan penuh semangat. Peserta juga membagikan bendera warna-warni dan sticker yang bertuliskan “Membangun Kota Toleran” dan “Bersama Merawat Keberagaman” pada orang-orang yang dijumpai di sepanjang jalan yang dilalui.
Arak-arakan berhenti di utara Kampus I USD, di depan parkiran motor depan. Para peserta kemudian mempersiapkan posisi untuk mengikuti flashmob yang akan dipandu oleh panitia. Sesuai dengan tajuk yang diangkat yakni “Merawat Keberagaman”, peserta flashmob ini juga beragam, yakni terdiri dari perwakilan-perwakilan dari Cana Community dan Kompai (Katolik), PMK (Kristen), FKM (Muslim), KMHD (Hindu), dan KMBK (Buddha dan Kong-Hu Cu). Talkshow juga dihadiri oleh perwakilan dari UNIKA Soegijapranoto Semarang, UNS Surakarta, warga Rejowinangun, dan peserta umum.
Panitia yang memimpin flashmob juga menggunakan pakaian yang beragam, ada pula yang menggunakan pakaian daerah, dan seragam-seragam yang menggambarkan berbagai profesi. Lagu yang dipilih untuk mengiringi flashmob juga diambil dari lagu-lagu daerah yang memiliki lirik dan irama yang ceria. Setelah melaksanakan flashmob, peserta diajak untuk kembali menyanyikan lagu kebangsaan dengan penuh khidmat. Pelaksanaan flashmob ini kemudian didokumentasikan dan dibagikan, supaya semangat yang dibawa oleh para peserta dan panitia juga dapat dirasakan oleh masyarakat luar yang juga turut menyaksikan dokumentasi tersebut. (EEN)




