USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Medali Emas bagi Suara Emas

diupdate: 10 tahun yang lalu


“King of Kings... and Lord of Lords... Hallelujah... Hallelujah...” seru 30 mahasiswa tim Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus Universitas Sanata Dharma yang membawakan salah satu lagu kategori Gospel and Spiritual.  Tepuk tanganpun segera membahana sebagai apresiasi lagu yang dibawakan dalam Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Mahasiswa Tingkat Nasional XIV tahun 2016. Acara dua tahunan yang merupakan Program Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian RISTEKDIKTI ini diselenggarakan pada tanggal 3-7 September 2016. Untuk tahun ini, Pesparawi diikuti sekitar 1500 mahasiswa dari 36 Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dan sebagai penyelenggaranya adalah Universitas HKBP Nommensen, Medan.
Tema yang dipilih dalam kegiatan Pesparawi Mahasiwa Tingkat Nasional XIV tahun 2016 yaitu, “Aku akan menyanyi dan memuji dengan Rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku (1 Korintus 14:15b)”. Tema tersebut mengajak para peserta Pesparawi untuk menyanyikan lagu dengan sepenuh hati dan memuji serta memuliakan nama Tuhan sebagai rasa syukur atas anugerah hidup yang boleh diterima.
Ketua Pesparawi, Drs. Oloan Simanjuntak, M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pesparawi Mahasiswa Tingkat Nasional XIV diselenggarakan untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter mahasiswa. “Dengan kegiatan Pesparawi, mahasiswa diharapkan dapat menanamkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan yang tinggi untuk menuju Indonesia yang maju, bermartabat, dan sejahtera.” ungkapnya dengan penuh semangat.
Direktur Kemahasiswaan Kementerian RISTEKDIKTI, Dr. Didin Wahidin, M.Pd. menyampaikan bahwa dalam sebuah kompetisi, kemenangan itu penting. Tetapi yang lebih penting adalah terbentuknya jiwa pemenang. Bagi yang kalah, perlu menyadari bahwa untuk menang perlu usaha yang lebih keras. “Sebuah pembelajaran adalah proses yang lebih penting, bahwa untuk mencapai kemenangan butuh kerjasama, saling menghargai, kerja kelompok, dan saling pengertian. Paduan Suara bukan sekedar berlomba menyanyi, tetapi menghadirkan Tuhan dalam pujian kita.” demikian ditandaskannya. Di akhir sambutan, Dr. Didin berpesan bahwa ada empat hal yang penting dalam menjalani hidup ini yaitu keilmuan, karakter, keindonesiaan, dan globalisasi.
Proses perjuangan selama enam bulan berlatih, Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus Universitas Sanata Dharma akhirnya menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penampilan Cantus Firmus dengan dirigen Kris Rahardian Rahardjosidhi yang membawakan lagu Lacrimosa, Gloria Patri, dan Tifa Pujian untuk kategori Musica Sacra serta My Soul’s been Anchored  in The Lord dan Hallelujah untuk kategori Gospel and Spiritual telah menawan hati para dewan juri. Benar bahwa hasil tidak pernah mengkhianati proses. Harapan indah yang direnda tanpa kenal lelah, telah terpatri menjadi kenyataan yang membanggakan hati. Terimakasih kepada Universitas Sanata Dharma yang telah memfasilitasi tim Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus  berkompetisi menyanyikan lagu-lagu surgawi.
Burung tekukur hinggap di dahan. Bermain humus seolah sedang keramas. Puji syukur kepada Tuhan. Cantus Firmus kembali mendulang emas. (RGS-BST)

  kembali