Hadirnya teknologi yang semakin berkembang memberi dampak positif bagi masyarakat. Salah satu dampak positif dari perkembangan teknologi adalah kemudahan yang diterima masyarakat dalam mengakses kebutuhan akan informasi, khususnya bagi kalangan mahasiswa. Melalui teknologi internet misalnya, segala bentuk informasi yang dibutuhkan mahasiswa dalam mengerjakan tugas perkuliahan dapat mereka akses dengan mudah.
Akan tetapi, selain dampak positif yang ditimbulkan, kemajuan teknologi juga memberi dampak negatif. Dengan kemudahan akses internet, pola berpikir praktis menjadi salah satu dampak negatif yang muncul dan membudaya. Akibatnya, hal yang paling rawan adalah membudayanya tindak plagiasi, khususnya di lingkup perguruan tinggi.
Perlu kita sadari bahwa perguruan tinggi merupakan lingkungan produsen ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, perguruan tinggi mengemban peran penting dalam rangka menciptakan iklim akademik yang sehat dengan melakukan berbagai upaya pencegahan tindakan plagiarisme.
Berkaitan dengan hal tersebut, Rumpun Program Magister Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma (USD) yang diprakarsai oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (MPBSI), bekerja sama dengan Program Studi Magister Pendidikan Matematika (MPMat) dan Magister Pendidikan Bahasa Inggris (MPBI) menyelenggarakan acara studium generale dengan tema “PLAGIASI: Pelanggaran Etika Akademik dalam Riset dan Publikasi”. Acara tersebut diselenggarakan di Ruang Seminar Driyarkara, Gedung Auditorium, Kampus II USD pada Kamis (18/8), pukul 08.00 s.d 13.00 WIB.
Acara tersebut dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Dr. Budinuryanta Yohanes, M.Pd., dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai narasumber, dan Prof. Dr. Pranowo, M.Pd., dosen MPBSI USD sebagai pembahas. Sementara itu, Dr. Yuliana Setiyaningsih, M.Pd., dosen MPBSI USD bertindak sebagai moderator. Topik yang diangkat dalam sesi pertama tersebut adalah Teknik Pereferensian dalam Pengajian Teori: Menuju Zero Plagiasi (?). Melalui topik tersebut, Dr. Budinuryanta Yohanes, M.Pd., menyampaikan alternatif pereferensian dalam pengajian teori karya ilmiah untuk menuju ke zero plagiasi. Hal tersebut didasarkan bahwa kajian teori adalah titik rawan terjadinya plagiasi.
Sesi kedua menghadirkan Eny Winarti, M.Hum., Ph.D., dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) USD sebagai narasumber, dan P. Kuswandono, Ph.D., dosen MPBI sebagai pembahas. Sementara itu, Dr. M. Andi Rudhito, M.Si., dosen MPMat bertindak sebagai moderator. Topik yang diangkat dalam sesi kedua tersebut adalah Mengoptimalkan Penulisan Karya Ilmiah dengan Menggunakan Mendeley. Melalui topik tersebut, Eny Winarti, M.Hum., Ph.D., mengenalkan software bernama Mendeley. Program Mendeley dapat membantu dalam hal penulisan artikel ilmiah untuk mengurangi kecenderungan plagiarisme dengan cara (1) menyediakan pengaturan referensi yang tersinkronisasi dengan program lain, (2) membantu para akademisi melakukan kolaborasi dengan peneliti lain, (3) menyimpan berbagai data secara online.
Pembahasan lebih lanjut muncul dalam sesi diskusi. Berbagai respon ditunjukkan oleh peserta diskusi. Acara tersebut diakhiri dengan pemberian cindera mata kepada kedua narasumber.
Dalam sambutannya, Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum., selaku Ketua Program Studi MPBSI menyampaikan bahwa perbincangan mengenai riset dan publikasi menjadi sangat penting karena kelemahan intelektual di Indonesia terletak pada kedua bidang itu, terutama sekali pada bidang publikasi. Terlebih, riset dan publikasi adalah nada yang selalu didengungkan di dalam prodi magister. Oleh karena itu, acara studium generale tersebut menjadi hal yang sangat penting, dengan mengangkat topik yang berkenaan dengan plagiasi. Para mahasiswa rumpun program magister FKIP, yang terdiri dari MPBSI, MPMat, dan MPBI diharapkan dapat menyadari betul dampak negatif tindak plagiarisme. Salam anti plagiat! (DPTH)




