Tidak dapat dipungkiri bahwa akhir- akhir ini Universitas Sanata Dharma Yogyakarta telah menjadi seuatu daya tarik yang cukup mengagumkan bagi banyak pihak, baik dari dalam maupun luar negeri. Daya tarik tersebut telah mendorong lahirnya banyak kerjasama, termasuk meningkatnya kunjungan-kunjungan dalam bentuk studi banding hingga penawaran penelitian kolaboratif, dan tak terkecuali Professor Martin Rossler. Professor dari Cologne University Jerman ini datang berkunjung ke Yogyakarta atas prakarsa dan kerjasama antara Universitas Cologne Jerman dan PUSdEP (Pusat Sejarah dan Etika Politik) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kerjasama kedua belah pihak tersebut diperluas dengan adanya usulan kerjasama dalam bentuk pertukaran mahasiswa (student exchange) antara Universitas Sanata Dharma dan Universitas Cologne. Kemungkinan kerjasama tersebut dibicarakan lebih lanjut dalam pertemuan yang diadakan pada Rabu, 24 Februari 2010, bertempat di Ruang Driyarkara, Gedung Pusat, Kampus II Mrican, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Universitas Cologne, Professor Martin Rossler sendiri, Rm. Dr. Ir. P. Wiryono Proyotamtama, SJ. selaku Rektor USD; Dr. Fr. Ninik Yudianti, M.Acc. (Wakil Rektor I); Rm. Dr. Baskara T. Wardaya, SJ; Drs. T. Sarkim, Ph.D. (Dekan FKIP); F.X. Mukarto, Ph.D. (Kaprodi S2 Kajian Bahasa Inggris); Dr. ST. Sunardi (Kaprodi S2 Ilmu Religi dan Budaya); Dr. M. Purwanta, Pr. (Teologi); Dr. Gregorius Budi Subanar, SJ. (Ketua LPPM); dan beberapa dosen serta mahasiswa S1 dan S2. Pertemuan yang dimoderatori oleh Maria Ananta, S.S., M.Ed. (Kepala BKHLN) itu bertujuan untuk mendiskusikan detail kerjasama dan penjajakan awal kerjasama. Salah satu isu yang menjadi pusat pembicaraan adalah masalah pembiayaan program pertukaran mahasiswa dan juga program- program lainnya, seperti penelitian kolaboratif, perkuliahan umum, dan lain- lain. Pada dasarnya, Universitas Cologne yang merupakan universitas terbesar di Jerman tersebut menyambut dengan hangat peluang kerjasama dengan Universitas Sanata Dharma. Dan yang lebih penting adalah jika kerjasama- kerjasama itu dapat diwujudkan, maka tentunya kesempatan bagi para mahasiswa dan dosen USD untuk mengoptimalisasi dan beraktualisasi menjadi lebih besar. Di sisi lain, universitas akan terus mengembangkan sayap dalam memperluas jaringan dan melangkahkan kaki lebih dekat menuju Asian Class atau bahkan World Class University. (bunga)




