Mahasiswa Baru Angkatan 2016 Program Magister Ilmu Religi dan Budaya (PMIRB) Universitas Sanata Dharma pada Jumat 2 September 2016 melangsungkan Inisiasi. Mereka berjumlah 24 (dua puluh empat) orang yang berasal dari berbagai daerah dan beraneka ragam latar belakang pendidikan Sarjana. Di antara mereka ada yang berasal dari NTT, Makassar, Surabaya, Bandung, Magelang, dan Yogyakarta. Satu di antara mereka bahkan dari Bahrain. Dari latar belakang disiplin ilmunya, terdapat mahasiswa yang sebelumnya belajar di Jurusan Seni Musik, Seni Rupa, Pendidikan Sejarah, Sastra Inggris, Theologi, Sastra Nusantara, Adab, Perbandingan Agama, dan lain-lain. Keaneka-ragaman ilmu tersebut menjadi kekayaan yang diharapkan saling mendukung dalam proses belajar. Hal ini sejalan juga dengan sifat interdispliner kajian budaya yang menjadi landasan keilmuan di PMIRB.
Diutarakan oleh Prof. Dr. A. Supratiknya selaku Direktur Program Pascasarjana yang hadir memberikan sambutan bahwa pendidikan di PMIRB mengajak baik mahasiswa maupun para dosen untuk saling belajar. Berbagai macam teori dan metode penelitian akan dieksplorasi dalam proses belajar untuk menjelaskan fenomena sosial budaya dalam dinamika kehidupan masyarakat kita sehari-hari.
Romo Dr. G. Budi Subanar SJ selaku Ketua PMIRB memaparkan sejarah, visi, misi, serta seluruh program kuliah yang diwajibkan dan ditawarkan di program ini. Seluruh mahasiswa diharapkan bisa mengikuti perkuliahan dan mengembangkan diri sebaik-baiknya. Dalam proses belajar ini juga disediakan fasilitas pendukung yang bisa dipergunakan untuk mendukung proses pendidikan yang dijalani. Fasilitas pendukung tersebut adalah Pusat Kajian Gender, Media dan Seni (anjani), Pusat Sejarah dan Etika Politik (PUSdEP), Jurnal Ilmu Humaniora Baru, Retorik dan Buletin Nadheer. Hal itu sejalan dengan penjelasan Dr. St. Sunardi yang menegaskan bahwa pendidikan PMIRB termasuk dalam pendidikan humaniora. Dalam hal ini, pendidikan tersebut membekali mahasiswa dengan pengetahuan serta sensitivitas untuk melakukan observasi, memiliki kemampuan dan keahlian menulis sesuai bidang yang ditekuni serta mengartikulasikan opini. Ketiga hal
tersebut secara mendasar merupakan kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh masyarakat saat ini di tengah produksi ijazah yang semakin banyak dihasilkan dari berbagai perguruan tinggi.
Di samping pengenalan terhadap kewajiban akademik dan fasilitas pendukung yang ada di program studi, para mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan sarana yang disediakan Perpustakaan Universitas. Kegiatan pengenalan dari Perpustakaan ini dikenal dengan nama Pendidikan Pengguna Tingkat Dasar. Mereka secara bersama-sama diajak mengenal perpustakaan, koleksi dan akses yang bisa dilakukan untuk menunjang proses pendidikan mereka. (TS)




