USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Nasionalisme dan Identitas Indonesia Paska-Kolonial

diupdate: 10 tahun yang lalu


“What or who makes you Indonesian?” adalah pertanyaan  yang diajukan oleh Simon Gorski dari Universitas Vienna, Austria, pada hari Jumat 26 Agustus 2016. Pertanyaan yang dilontarkan dalam forum diskusi yang bertajuk Nationalism and National Identity in Post-colonial Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Kelompok Studi Poskolonial, Universitas Sanata Dharma di ruang Lontar, kompleks Paska Sarjana.
Diskusi yang diselenggarakan dalam dwi bahasa tersebut berjalan sangat hidup. Pertanyaan yang terkesan spontan dan sederhana itu ternyata menggelitik dan mendapat beragam tanggapan dari peserta yang  berlatar belakang dari suku bangsa yang berbeda.  Seorang peserta dari Papua Barat mengutarakan bahwa apa dan siapa yang membuat Papua menjadi bagian dari Indonesia berbeda dari  suku-suku bangsa lain yang ada di negeri kepulauan ini. Lain dari konteks sosio-kultural dan politik di Jawa misalnya, latar belakang historis dan ras yang berbeda membuat orang-orang Papua bergejolak hingga kini dan teus-menerus mempengaruhi rasa nasionalisme Indonesia daripada nasionalisme etnis atau regional.  Pendapat yang mirip disampaikan peserta dari Sulawesi yang menyatakan bahwa derajat keIndonesiaan (Indonesianess) jelas tidak sama.
Jika awal dari nasionalisme Indonesia merupakan reaksi dari kolonialisme dan imperialism bangsa Eropa, maka nasionalisme Indonesia kontemporer perlu direfleksikan lagi seperti tanggapan dari seorang peserta diskusi , Henk Mayer dari Universitas California-Riverside, Amerika, yang secara spontan menanyakan: ”What is in fact Indonesianess today?”.
 Sampai dipenghujung diskusi para peserta diajak untuk melihat bahwasanya nasionalisme dan identitas nasional Indonesia ternyata lebih kompleks dari yang kita rasakan dan pelajari, bersifat cair dan dinamis sesuai dengan suasana politik dan sosio-kultural yang membentuknya. 
Kelompok Studi Poskolonial sendiri adalah forum bulanan yang diadakan di Program Paska Sarjana. Forum diskusi tersebut terbuka untuk mahasiswa dan dosen di USD  untuk berdiskusi tentang isu-isu terkait dengan paskakolonialitas. (viy)

  kembali