USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

AJCU AP Service Learning Program 2016: "Serving the City, Serving the People"

diupdate: 10 tahun yang lalu


Universitas Sanata Dharma pada tanggal 2-20 Agustus 2016 menjadi tuan rumah penyelenggaraan Service Learning Program (SLP) bagi para mahasiswa dari perguruan tinggi anggota Association of Jesuit Colleges and Universities- Asia Pacific (AJCU-AP). Sebanyak 33 mahasiswa mengikuti program selama 20 hari ini. Mereka mewakili 4 negara dan 7 universitas, yaitu Filipina (Ateneo de Manila, Ateneo de Davao, Ateneo de Zamboanga, dan Xavier University Cagayan); Jepang (Sophia University); Korea Selatan (Sogang University); dan Indonesia (Universitas Sanata Dharma).  Tema yang diambil dalam SLP tahun ini adalah “Serving the City, Serving the People: Developing Youth Social Movement within the Urban Communities”.  Tema ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan betapa pembangunan di kota-kota (seperti juga Yogyakarta) tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Dengan tema ini, para peserta diajak untuk mengalami dinamika gerakan sosial komunitas-komunitas orang muda di Yogyakarta sebagai bentuk partisipasi mereka bagi pembangunan masyarakatnya.
Selama 20 hari para peserta menjalani serangkaian program yang dikelola dengan Ignatian Pedagogy Framework, yaitu Context-Experience-Reflection-Action dan Evaluation. Pada tahap Context peserta menjalani diskusi dengan narasumber tentang dinamika masyarakat urban dan gerakan sosial orang muda di Yogyakarta. Narasumber yang memfasilitasi proses diskusi ini adalah Elanto Wijoyono (aktivis sosial kemasyarakatan Combine Institute), Rm. Benny H. Juliawan, Ph.D., SJ (Social Apostolate Coordinator of the Jesuit Conference Asia Pacific) dan Rm In Nugroho Budisantoso, M.PP., SJ (Staf Pengajar Magister Manajemen USD).
Pada tahap ini, para peserta juga menjalani serangkaian field studi untuk melihat dari dekat dinamika masyarakat Yogyakarta dan bagaimana orang-orang muda yang ada di kota ini mengambil inisatif berperan serta dalam pengembangan masyarakat. Field Study dijalankan lewat kegiatan susur kota, susur kampung pinggiran Kali Code dan kunjungan ke Sekolah Gajah Wong (sekolah bagi kaum miskin kota).      
Pada tahap Experience, para peserta menjalani Immersion Program selama 10 hari (8-18 Agustus 2016) di 4 kampung yang ada di wilayah Yogyakarta, yaitu Kampung Juminahan (Kel. Tegalpanggung, Kec. Danurejan); Kampung Jogonegaran (Kel. Sosromenduran, Kec. Gedongtengen); Kampung Bumen (Kel. Purbayan, Kec. Kotagede); dan Kampung Tegalgendu (Kel. Prenggan, Kec. Kotagede). Selama masa immersion, para peserta menjalankan agenda kegiatan utama yaitu melakukan kolaborasi dengan para pemuda dalam: (1)Children Learning Assistance, yaitu menjalankan pendampingan belajar anak-anak kampung mulai usia dini hingga sekolah dasar; (2) Urban Ecological Project yaitu bekerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat membuat vertical farming, pembudidayaan tanaman obat keluarga, serta penghijauan di sekitar bantaran sungai Code;(3) Setting up Public Festival yaitu bekerjasama menyelenggarakan kegiatan menyambut hari kemerdekaan RI ke-70 seperti lomba-lomba 17-an, tirakatan dan upacara bendera; (4)Public Space Revitalization yaitu merevitalisasi ruang publik bagi masyarakat agar mempunyai fasilitas bagi perjumpaan, dialog dan aktivitas bersama, di antaranya pembuatan mural di gang kampung, mendekorasi ulang balai kampung dan perbaikan beberapa fasilitas ruang publik warga kampung. Selain 4 kelompok kegiatan tersebut di atas, para peserta juga menjalankan aktivitas belajar seni-budaya misalnya karawitan, tari, membatik, membuat kerajinan kulit, dan logam serta belajar sejarah dan peta sosial masing-masing kampung.
Setelah mengakhiri masa immersion selama 10 hari di masing-masing kampung, para peserta masuk dalam tahap Reflection,  yang dilakukan di Kalyana Resort 18-19 Agustus 2016. Pada tahap ini, para peserta mengambil makna dari pengalaman 10 hari hidup dan menjalankan serangkaian program pelayanan dengan dan kepada masyarakat di masing-masing kampung. Selama menjalani immersion, peserta membuat refleksi harian dan pada tahap ini, seluruh catatan refleksi harian tersebut diolah bersama. Rm Albertus Buddy Haryadi, SJ (Kepala Pusat Studi Ignatian USD) memfasilitasi para peserta dalam tahap ini.    
Tahap selanjutnya yang dilalui peserta adalah Action.  Pada tahap ini para peserta membuat rencana aksi tindak lanjut atas apa yang sudah mereka pelajari dari program ini. Keprihatinan yang banyak muncul yakni tentang bagaimana meningkatkan partisipasi orang muda untuk menjaga nilai-nilai yang hidup di masyarakat di tengah situasi globalisasi dan modernisasi yang menuntut orang pada individualisme dan pencarian. Keprihatinan ini dirasakan oleh hampir semua peserta dari berbagai negara di mana orang-orang muda cenderung apatis terhadap dinamika sosial dan terlebih politik sekitarnya. Maka model aksi-aksi berupa kampanye menyebarluaskan keprihatinan dan gagasan menjadi pilihan para peserta. Kampanye tersebut akan digerakkan melalui media sosial maupun lewat kegiatan-kegiatan dialog dengan kelompok pemuda dan masyarakat.
Seluruh rangkaian AJCU AP Service Learning Program 2016 ditutup pada 20 Agustus 2016 dalam sebuah acara jamuan makan malam bersama dengan pejabat Rektorat Universitas Sanata Dharma dan para fasilitator di masing-masing kampung. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Sanata Dharma sekaligus President of Association of Jesuit Colleges and Universities Asia-Pacific, Drs. Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, menyampaikan harapannya kepada para peserta agar seluruh pengalaman belajar dan melayani masyarakat selama program ini dapat terus-menerus dimaknai dalam seluruh perjalanan hidup para peserta sebagai manusia yang selalu menyediakan diri bagi sesamanya.  (AFH-CM)

  kembali