Pada PIMNAS XXIX 2016 yang diselenggarakan di Institut Pertanian Bogor, 8 Agustus 2016-12 Agustus 2016, Tim PKM-M USD berhasil meraih medali perunggu kategori presentasi PIMNAS XXIX, dengan judul KE BUTIK RAJA (Keterampilan Membuat Batik Motif Aksara Jawa): Upaya Pemberdayaan Penyandang Disabilitas dalam Meningkatkan Produktivitas, Soft Skills, dan Melestarikan Kebudayaan Jawa di Panti Asuhan Bina Siwi Bantul, Yogyakarta. Tim yang terdiri dari Donald Ivantoro (BK) sebagai Ketua, beserta para anggota: Thomas Govanis (BK), Cristian Ade Prasetia (BK), Alvin Alfian (Managemen), dan Fatriyani (Akuntansi) dengan dosen pembimbing Dr. Gendon Barus, M. Si. ini, berhasil meraih medali perunggu di kelas PKM-M 1.
Masyarakat sasaran tim PKM-M ini adalah 19 individu yang mengalami tunagrahita dan 1 individu yang mengalami tunanetra, dengan rentang usia 13-20 tahun. Tim PKM-M USD ini menyelenggarakan kegiatan pendampingan dengan metode workshop. Tim memberikan pelatihan dan praktik langsung membuat batik pada individu penyandang disabilitas sebagai partisipan program. Proses pendampingan dilakukan secara bertahap sesuai dengan tahapan proses membuat batik. Pada awal kegiatan, tim memulai dengan observasi karakter partisipan dan survei tempat kegiatan. Selanjutnya baru kemudian tim melakukan proses pendampingan mulai dari menggambar pola batik aksara Jawa, mencanting kain yang sudah dibuat pola, membuat batik cap bermuatan aksara Jawa, pewarnaan batik pada bahan dasar totebag, hingga proses pelorotan malam pada batik yang diproduksi.
Kegiatan tim PKM-M ini berlangsung sekitar 4 bulan. Usaha tim yang berkesinambungan ini membuahkan hasil baik, bahwasanya tampak peningkatan yang signifikan sebesar 8% pada perilaku partisipan yang mencerminkan nilai-nilai soft skills ketekunan, kerjasama, dan daya juang. Kemudian demi keberlanjutan program baik ini, tim memberikan modul cara pembuatan batik kepada para pengasuh Panti Asuhan Bina Siwi. Harapan tim agar program ini dapat dipakai sebagai salah satu kegiatan rutin untuk mengembangkan produktivitas individu disabilitas guna menambah income. Program ini juga diharapkan dapat berfungsi sebagai salah satu strategi mediasi bagi individu disabilitas untuk mengekepresikan rasa diri berharga, hidup bermakna, bermartabat, dan tetap produktif dalam segala keterbatasan mereka di kehidupan sehari-hari, serta sekaligus sebagai salah satu alternatif upaya melestarikan budaya Jawa secara kreatif dan inovatif dalam bingkai Jogja Istimewa. (DI&CV)




