Global Leadership Program (GLP) adalah program tahunan Association of Jesuit Colleges and Universities (AJCU) yang melibatkan lima universitas di Asia Pasifik; Universitas Fu Jen (Taiwan), Universitas Sophia (Jepang), Universitas Sogang (Korea Selatan), Universitas Ateneo de Manila (Filipina), dan Universitas Sanata Dharma (Indonesia). Tahun ini, kegitan GLP dilaksanakan pada tanggal 9 – 15 Agustus 2016 dengan Universitas Sanata Dharma sebagai tuan rumah sekaligus penyelenggara rangkaian acara.
GLP tahun ini mengangkat tema “Healing The Broken World”. Terdapat tiga subpokok bahasan yang menjadi perbincangan utama: Justice and Ecological Perspective, Ecological Education, dan A New Manifestation of The Local Wisdom. Kegiatan GLP dikemas dalam bentuk diskusi, presentasi, dan kunjungan lapangan. Melalui diskusi dan presentasi, para delegasi bertukar pikiran membahas masalah-masalah yang dihadapi di negara masing-masing. Melalui kunjungan lapangan, para delegasi mampu mengalami langsung dinamika bersama penduduk lokal. Tempat-tempat yang menjadi tujuan kunjungan lapangan para delegasi adalah Desa Wisata Turgo, Desa Wisata Sukunan, Sanggar Anak Alam, dan Ocean Life in Indonesia (OLI). Kegiatan GLP yang
juga menjadi daya tarik bagi para delegasi adalah kegiatan Malam Budaya di mana para delegasi dari tiap negara diberikan kesempatan untuk menampilkan budaya khas mereka dalam sebuah pentas pertunjukan.
Tahun ini Universitas Sanata Dharma mengirimkan enam delegasi: Hendrika Micelyn Amelia Ngamput (Pendidikan Biologi 2013), Nadia Agatha Pramesthi (Sastra Inggris 2013), Layung Rahmawati (Pendidikan Guru Sekolah Dasar 2013), Bellarmino Krishna Wardhana (Akuntansi 2013), I Made Dwi Kardiasa (Sastra Inggris 2013), dan Andreas Rahardjo Adi Baskoro (Pendidikan Bahasa Inggris 2012). Partisipasi para delegasi telah dipersiapkan selama hampir dua bulan oleh para pendamping: FX. Risang Baskara, S.S., M.Hum.; Albertus Buddy Haryadi, SJ; YB. Cahyo Widiyanto S.Psi., M.Si.; dan Ilsa Haruti Suryandari, SE., S.IP., M.Sc., Ak., CA yang juga merupakan dosen pembimbing utama bagi para delegasi.
Albertus Buddy Haryadi SJ, selaku Ketua Program GLP 2016, menyampaikan bahwa selama enam bulan, seluruh komite telah mempersiapkan rangkaian kegiatan GLP 2016. “Banyak hal yang bisa dipelajari satu sama lain, dan nantinya hal tersebut dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk kegiatan teman-teman di masa yang akan datang.” ungkap beliau.
Yurisdixta Menavia, S.S., selaku Kepala Biro Kerjasama Hubungan Internasiuonal, menyampaikan bahwa melalui program ini, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi sosok pemimpin yang baik di negara masing-masing.
Johanes Eka Priyatma, MSc.,PhD., selaku Rektor USD, menyampaikan bahwa adanya seorang pemimipin adalah hal yang diperlukan oleh masyarakat saat ini. “Sebagian besar dari kita bekerja untuk menjadi pengikut, namun saya percaya akan muncul para pemimpin baru melalui program ini.” ungkap beliau. Maka dari itu, beliau mengajak seluruh peserta untuk tetap fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab pribadi sembari terus menggali potensi kepemimpinan yang ada di dalam setiap individu. (k_ant)




