Universitas Sanata Dharma (USD) kembali boleh semakin berbangga karena salah satu dosennya telah lulus studi program doktor. Doktor baru ini adalah Titik Kristiyani dosen Fakultas Psikologi USD, yang telah mempertahankan disertasinya pada Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Kamis (14/7). “Titik Kristiyani lulus dengan predikat cumlaude.” kata Ketua Sidang saat membacakan yudisium.
Titik Kristiyani berhasil menyelesaikan doktornya dalam waktu 3 tahun 11 bulan dengan disertasi yang berjudul “Dari Trilogi ke Ekologi: Dinamika Sumbangan Motivasi Belajar, Metakognisi, dan Strategi Kognitif bagi Prestasi Matematika Siswa Kelas IX SMP”.
Fokus penelitian Titik Kristiyani tersebut adalah tentang belajar akademik, yaitu kegiatan belajar mengenai materi-materi yang diajarkan di sekolah. Kegiatan belajar akademik melibatkan banyak faktor, baik faktor internal siswa maupun faktor eksternal seperti guru, metode pengajaran, sistem pendidikan, iklim sekolah, dan lain sebagainya. Secara lebih khusus, penelitiannya ini berfokus pada faktor internal siswa dalam area psikologis. Dari hasil survei yang dilakukannya, Titik mengasumsikan mengenai penggunaan strategi belajar yang tidak mendalam, yang sekedar menghafal materi dan mengadopsi strategi-strategi mengerjakan soal. Dari asumsi tersebut, kemudian Titik mengidentifikasi tiga kekurangan utama yaitu adanya perbedaan dan ketidaklugasan dalam menjelaskan keterkaitan antar komponen belajar mencapai prestasi, kurang diperhatikannya konteks belajar dalam hal ini materi ajar, serta tidak dilibatkannya faktor kecerdasan sebagai faktor penting dalam belajar dan terbukti berkolerasi positif dengan prestasi belajar.
Dari hasil pengujian-pengujian yang dilakukan dalam penelitiannya, Titik Kristiyani memberikan kesimpulan bahwa kebanyakan soal-soal yang disajikan bagi siswa, termasuk Tes Pendalaman Materi Matematika (yang digunakan dalam penelitian ini) merupakan soal-soal repetisi yang terus muncul baik di sekolah maupun di luar sekolah (di kelas bimbingan belajar atau les privat). Soal-soal repetisi bukanlah tugas baru yang menuntut penggunaan berpikir kritis, sehingga tidak membutuhkan strategi kognitif mendalam. Kemudian disebutkan bahwa siswa yang mengikuti les di luar sekolah memiliki motivasi belajar, metakognisi, dan prestasi matematika yang lebih tinggi dibanding siswa yang tidak mengikuti les. Artinya, sekolah yang seharusnya menjadi sarana pencetak agen pembelajar mandiri telah dikalahkan fungsinya dengan lembaga pendidikan di luar sekolah. Berikutnya Titik menyebutkan bahwa dalam penelitiannya ini ditemukan perubahan dinamika penyumbang prestasi matematika dari trilogi yang terdiri dari motivasi belajar, metakognisi, dan strategi kognitif menjadi ekalogi yaitu pengelolaan diri. Perubahan trilogi menjadi ekalogi sebagai penyumbang prestasi matematika terjadi dalam konteks di mana tugas yang dihadapi siswa adalah bukan tugas baru. Jenis tugas seperti itu tidak membutuhkan pengolahan informasi secara mendalam seperti yang perlu dilakukan pada tugas-tugas baru. Berdasarkan hal itu, maka pada tugas-tugas baru, model trilogi belajar akademik belum tentu mengalami pergeseran. Dan yang terakhir, Titik menyampaikan bahwa kecerdasan berperan sebagai moderator bagi kuat lemahnya pengaruh metakognisi terhadap prestasi matematika. (ay)




