USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Kuliah Lapangan menjadi Upaya Mahasiswa PBIO USD sebagai Biolog Tangguh yang Berkualitas

diupdate: 10 tahun yang lalu


Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma angkatan 2013 mengadakan kunjungan/kuliah lapangan (fieldtrip) ke luar kota yaitu ke Semarang-Bogor-Bandung pada tanggal 13-17 Juni 2016. Kegiatan ini diikuti oleh 60 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa akan hal-hal yang berhubungan dengan mata kuliah yang ditempuh pada semester genap tahun akademik 2015/2016. Harapannya, mahasiswa tidak hanya pintar secara teori, namun juga memiliki pengalaman langsung di lapangan.
PT. Sidomuncul Semarang, Jawa Tengah menjadi tujuan pertama kunjungan. Pengenalan proses pembuatan produk Sidomuncul dan beberapa teknis disampaikan oleh Humas PT. Sidomuncul, mulai dari proses pemilihan bahan baku hingga pengemasan produk.
Setelah berkunjung ke PT. Sidomuncul, kunjungan berikutnya adalah ke PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara, lokasinya masih berada di satu wilayah dengan PT. Sidomuncul.  PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara adalah tempat yang digunakan untuk mendaur ulang limbah jamu dari PT. Sidomuncul untuk dijadikan pupuk organik padat dan cair.
Masih di hari yang sama Senin (13/6), rombongan mengunjungi Taman Djamoe Indonesia yang juga bertempat di Semarang, Jawa Tengah. Tempat ini merupakan taman edukasi yang dibuat oleh pabrik jamu Njonja Meneer untuk memfasilitasi dan mengenalkan tentang berbagai macam tanaman herbal sebagai bahan baku jamu Njonja Meneer. Di tempat ini rombongan diberi pengetahuan mengenai asal muasal jamu, kemudian diberi tahu bagaimana caranya membuat jamu “Beras Kencur” yang dipraktekkan secara langsung oleh petugas di sana. Selain itu, rombongan diajak berkeliling taman untuk melihat koleksi tanaman obat yang dapat digunakan sebagai jamu.
Pada hari berikutnya, Selasa (14/6) rombongan menuju Kebun Raya Bogor dan Museum Zoologi yang terletak di Bogor. Kebun Raya Bogor mengenalkan biodiversitas tanaman yang ada di Indonesia, beberapa koleksi tanaman yang berasal dari luar negeri.
Museum Zoologi yang terletak tidak jauh dari Kebun Raya Bogor, juga memiliki keunikannya sendiri. Berbagai jenis awetan hewan besar maupun kecil terpajang di sana. Berbagai spesies hewan yang sengaja diawetkan sebagai sarana edukasi tertata dan teridentifikasi dengan baik di sana. Adapun awetan rangka seekor paus, yang pernah terdampar di salah satu pantai di Garut, terpajang dengan megah di museum tersebut.
Kunjungan lapangan hari ketiga, Rabu (15/6), tertuju pada Home Industri Tauco yang bertempat di Cianjur. Tauco merupakan bumbu makanan berbahan dasar dari biji kedelai yang merupakan produk dari proses fermentasi. Di tempat tersebut, rombongan diberi pengetahuan mengenai proses pembuatan tauco sampai dengan proses pemasarannya.
Setelah Home Industri Tauco, kunjungan berikutnya adalah Eco Learning Camp, yaitu sebuah penginapan berkonsep ramah lingkungan yang menuntut penghuni dan pengunjungnya untuk berperilaku berdasarkan dengan sikap hidup ekologis. Mahasiswa Pendidikan Biologi USD, dididik untuk menjadi manusia berkualitas yang peduli akan lingkungan hidup. Di tempat tersebut mahasiswa diberi pengertian mengenai 7 kesadaran baru hidup ekologis (berkualitas, sederhana, hemat, peduli, semangat berbagi, bermakna, harapan) yang merupakan dasar dari setiap hal yang dilakukan di tempat ini. Dikenalkan pula dengan proses pembuatan pupuk cair yang ditemukan dan dibuat sendiri oleh salah seorang aktivis di sana.
Setelah Eco Camp rombongan tiba pada kunjungan terakhir yaitu PT. Perkebunan Nusantara VIII yang bertempat di Ciater. Tempat tersebut merupakan salah satu dari beberapa perkebunan teh yang ada di kawasan Ciater. PT. Perkebunan Nusantara VIII juga merupakan pabrik teh. Salah satu produk yang dihasilkan ialah Teh Walini. Di sana para mahasiswa diberitahu bagaimana proses pembuatan teh, mulai dari proses pelayuan daun teh hingga proses sortasi yaitu proses pemisahan teh yang bubuknya besar dan kecil.
Kunjungan lapangan ke PT. Sidomuncul Pupuk Nusantara, Home Industri Tauco, dan PT. Perkebunan Nusantara adalah untuk mendalami materi kuliah Bioteknologi. Lalu, Taman Djamoe, Kebun Raya Bogor, dan Museum Zoologi adalah kunjungan lapangan untuk mendalami materi kuliah Botani Ekonomi. Sedangkan di Eco Learning Camp adalah kunjungan yang dikhususkan untuk mendidik kami sebagai mahasiswa Pendidikan Biologi agar dapat lebih menghargai lingkungan. Karena sejatinya, sebagai seorang mahasiswa Pendidikan Biologi harus menjadi biolog tangguh yang berkualitas, yang mencintai bumi beserta isinya serta dapat mencerdaskan bangsa melalui hal-hal kecil yang dilakukan. (WHSC&FRU)

  kembali