PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran, sehingga seseorang, keluarga, kelompok ataupun masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. PHBS tersebut merupakan suatu program pemerintah yang tidak hanya diterapkan bagi mereka yang “normal”, namun juga dapat diterapkan bagi para penyandang tunagrahita. Sebagian besar siswa-siswi penyandang tunagrahita SLB C1 Panti Asih Pakem Yogyakarta masih memiliki tanggung jawab serta pengetahuan yang rendah mengenai kebersihan diri dan lingkungan. Hal tersebut membuat lima mahasiswa Universitas Sanata Dharma yang terdiri dari Cahyo (Farmasi 2013), Oline (Farmasi 2013, Sekar (Farmasi 2013), Niken (Psikologi 2013) dan Jeje (Psikologi 2013) tergerak untuk ikut serta mendukung program PHBS bagi siswa-siswi tunagrahita di SLB C1 Panti Asih Pakem Yogyakarta melalui edukasi terkait kebersihan diri dan lingkungan .
Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) GRANAT DARIKU (Gerakan Anak-anak Tunagrahita Peduli Kesehatan Diri dan
Lingkungan) yang didanai oleh Ristekdikti dan dibimbing oleh Dr. Rita Suhadi., M.Si., Apt. ini dilakukan dengan metode pembelajaran yang bersifat interaktif dan menarik. Untuk meningkatkan kesadaran serta pengetahuan terkait kebersihan diri dan lingkungan, kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah memperkenalkan siswa-siswi tunagrahita mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan yang dilakukan dengan menonton film animasi sesuai dengan materi yang ingin disampaikan. Setelah penayangan film animasi tersebut, para siswa –siswi tunagrahita diajak bersama untuk praktik langsung bagaimana cara menyikat gigi, membersihkan telinga, mencuci tangan serta menggunting kuku yang baik dan tepat. Melalui kegiatan ini pula, siswa-siswi dikenalkan dengan makan sehat & bergizi. Siswa-siswi di sana dikenalkan dengan berbagai macam buah-buahan dan makanan yang tergolong sebagai karbohidrat, protein, lemak nabati maupun hewani. Selain itu, siswa-siswi juga diberikan edukasi terkait cara mengatasi penyakit ringan seperti demam, batuk, luka ringan dan diare. Materi ini disampaikan melalui drama singkat yang diperankan oleh tim pelaksana PKM-M untuk meningkatkan antusiasme para siswa. Kemudian materi terkait kebersihan lingkungan, siswa-siswi tunagrahita dikenalkan mengenai pemilahan sampah plastik dan bukan plastik. Materi dilakukan dengan permainan penempelan stiker pada tempat sampah dan praktik langsung dalam pemilahan sampah. Materi ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga para siswa-siswi mampu untuk memilah sampah plastik dan bukan plastik serta mampu menggunakan tempat sampah sesuai dengan jenisnya.
Tiga puluh siswa-siswi tunagrahita bertambah semangat setiap mengikuti rangkaian kegiatan PKM-M yang dimulai dari tanggal 2 April dan selesai pada tanggal 21 Mei 2016 ini. Bertambahnya rasa semangat tersebut muncul dikarenakan adanya pemberian reward berupa stiker bintang yang ditempelkan pada masing-masing call card. Siswa-siwi yang mampu mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik akan mendapatkan reward tersebut dan pada akhir kegiatan siswa-siswi yang memiliki jumlah bintang paling banyak akan diberikan penghargaan sebagai mas clean, mbak clean, mas green dan mbak green yang sekaligus akan memimpin kaderisasi kategori masing-masing green dan clean. Siswa-siswi yang terpilih tersebut merupakan siswa-siwi yang dirasa mampu untuk membimbing teman-temannya agar dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan setiap harinya.
Bapak Hariyanto selaku Kepala Sekolah di SLB CI Panti Asih Pakem berpendapat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi dan dapat terlihat di setiap harinya para siswa-siswi semakin peduli terhadap kerbersihan diri dan lingkuan di sekitarnya. Tim pelaksana PKM-M berharap agar program “GRANAT DARIKU” ini dapat membantu para siswa-siswi menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara mandiri agar tercipta PHBS di SLB C1 Panti Asih Pakem. (GD)




