Swamedikasi merupakan pengobatan penyakit ringan yang dilakukan oleh diri sendiri. Dewasa ini dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup sehat swamedikasi menjadi suatu hal penting yang perlu diketahui. Seperti halnya masyarakat secara umum, tuna netra juga berhak untuk mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup, salah satunya dengan swamedikasi. Kebutuhan akan swamedikasi ini juga dibutuhkan oleh siswa-siswi MTs. YAKETUNIS Yogyakarta. Kurangnya pengetahuan terkait penyakit ringan serta swamedikasi ditambah dengan minimnya fasilitas kesehatan yang dapat mereka gunakan di sekolah menuntut mereka untuk menempuh puskesmas dengan jarak yang cukup jauh apabila mengalami masalah kesehatan.
Masalah tersebut di atas membuat mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yaitu Millatina Jasmine (Farmasi 2013), Natalia Weni Swandari (Farmasi 2013), Stephina Valencia Harda Sutejo (Psikologi 2013), Sara Septi Widayani (Farmasi 2014), dan Claudia Maria Dumondor (Psikologi 2014) tertarik untuk membuat suatu program pengenalan penyakit ringan dan penangannya pada siswa-siswi tuna netra MTs YAKETUNIS Yogyakarta. Program kegiatan mahasiswa yang di danai Ristekdikti ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tuna netra terkait penyakit ringan dan penanganannya. Selain itu diharapkan nantinya semakin mandiri dalam mengatasi penyakit ringan yang mereka alami.
Kegiatan yang diberi nama GANESHA MUDA (Gerakan Siswa Tunanetra MTs. YAKETUNIS Sadar Swamedikasi dengan Media Braille) mengusung metode 4P (Pendekatan, Pelatihan, Pengkaderan, Pelembagaan). Metode pendekatan yang dilakukan adalah dengan melakukan kunjungan dan interaksi langsung dengan siswa-siswi MTs. YAKETUNIS di sela-sela waktu istirahat mereka. Metode pelatihan yang dilakukan berupa pemberian materi mengenai penyakit-penyakit ringan seperti demam, batuk, flu, diare dan maag serta cara penanganan penyakit-penyakit tersebut; pelatihan pembuatan oralit sebagai penanganan pertama sakit diare; penampilan drama yang diperankan oleh siswa-siswi MTs. YAKETUNIS mengenai penyakit-penyakit ringan dan dalam setiap pertemuan pelatihan selalu dilakukan review klasikal, diskusi serta tanya jawab. Media pembelajaran yang digunakan adalah buku swamedikasi braille, kotak obat braille serta kantung obat braille. Para siswa MTs. YAKETUNIS dilatih untuk menggunakan sarana pembelajaran tersebut guna meningkatkan kemandirian penggunaan obat. Metode pengkaderan yang dilakukan adalah penentuan kepengurusan UKS (Unit Kesehatan Sekolah) dengan memilih siswa yang memiliki pemahaman dan penguasaan tentang materi. Kader ini nantinya akan membantu swamedikasi teman-teman lain yang mengalami penyakit ringan. Metode pelembagaan yang dilakukan adalah dengan tersusunnya struktur kepengurusan UKS di MTs. YAKETUNIS. Dari program ini, pengetahuan para siswa mengenai penyakit ringan dan swamedikasi meningkat lebih dari 60%.
Acara ini dilaksanakan sejak bulan Maret 2016 hingga bulan Mei 2016. Sebagai wujud keberlanjutan program, tim PKMM GANESHA MUDA mengadakan kegiatan seminar di SLB N 1 Bantul. Seminar telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2016 dalam rangka menyebarluaskan penggunaan tiga media bagi tuna netra meliputi buku, kotak dan kantung braille. Para siswa menerapkan ilmu yang mereka dapatkan untuk membagikannya kepada teman-teman tuna netra lainnya di SLB N 1 Bantul. Dalam seminar ini juga melibatkan para guru tuna netra yang berada di SLB N 1 Bantul. Dengan dibuatnya media buku braille swamedikasi, kotak obat braille serta kantung obat braille diharapkan mampu menjawab persoalan pengobatan mandiri oleh tuna netra. (SSW)




