“Ini adalah kali pertama saya memberikan workshop di Indonesia, dan saya sungguh senang dan tertarik untuk ini. Sejak konferensi kemarin, para peserta sungguh antusias dalam mengajukan pertanyaan, sharing, diskusi, serta dalam mengungkapkan ide-ide mereka. Saya melihat hal tersebut akan sangat membantu dalam berproses selama workshop nanti, dan yang membuat kami sangat senang adalah kami dapat belajar dari apa yang mereka ungkapkan tersebut. Lalu, kami juga menjadi paham tentang keadaan riil penyelenggaraan layanan BK bagi siswa berkebutuhan khusus di sekolah-sekolah maupun dalam keluarga, di Indonesia. Kami berharap bahwa kehadiran kami berdua di sini dapat membantu para guru BK, orang tua, serta stakeholder lainnya dalam memberikan layanan bimbingan yang tepat dan lebih baik bagi anak berkebutuhan khusus (ABK), nantinya.”
Ungkapan hangat nan menyejukkan tersebut adalah ungkapan dari Patricia H. A., M. Ed., Ph. D. dan Breeda McGrath, Ph. D. saat diwawancara sebelum workshop dimulai yaitu Workshop on School Counseling: The Role of School Counselors in Dealing with Students with Special Needs in Inclusive Schools yang diselenggarakan di ruang Driyarkara dan ruang Koendjono, Kampus 2 USD Mrican pada Selasa, 24 Mei 2016. Workshop ini merupakan lanjutan dari International Conference pada hari sebelumnya.
Pada workshop ini beliau berdua memaparkan materi yang serupa, yaitu tentang bagaimana mendampingi, melakukan asesmen, dan membuat rencana program layanan bagi ABK. Kemudian beliau berdua juga mengajak peserta untuk berdialog interaktif, hingga pada sesi terakhir para peserta diajak untuk membuat panduan wawancara atau formulir yang dapat diisi oleh orang tua, guna melakukan asesmen: apakah anak ini sungguh memiliki kebutuhan khusus atau anak ini tergolong dalam kategori berperilaku yang menantang saja.
Pada sesi pertama dan kedua, para peserta dibagi dalam dua kelompok. Selama sesi pertama, kelompok pertama bersama Patricia H. A., M. Ed., Ph. D. dan kelompok kedua bersama Patricia H. A., M. Ed., Ph. D. Kemudian pada sesi kedua, kelompok pertama dan kedua bertukar narasumber. Selanjutnya, setelah makan jeda makan siang bersama, para peserta berkumpul kembali dalam satu ruang yang sama, ruangan yang digunakan adalah ruang Driyarkara. Pada sesi ketiga ini, para peserta mendapatkan pendampingan dari Patricia H. A., M. Ed., Ph. D. dan Breeda McGrath, Ph. D. tentang bagaimana membuat panduan wawancara atau formulir yang dapat diisi oleh orang tua, guna melakukan asesmen: apakah anak ini sungguh memiliki kebutuhan khusus atau anak ini tergolong dalam kategori berperilaku yang menantang saja. (CV)




