Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karawitan Universitas Sanata Dharma bekerjasama dengan Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar Festival Karawitan se-DIY dan Jateng. Untuk dapat melaksanakan acara festival karawitan ini dengan baik, UKM Karawitan juga bekerja sama dengan UKM lain di Universitas Sanata Dharma yaitu UKM KSR dan UKM Lens Club. Festival Karawitan ini memperebutkan piala bergilir tahunan.
Acara yang berlangsung pada Minggu, 22 Mei 2016 ini bertempat di Panggung Terbuka Kampus 2 USD Mrican. Acara dibuka dengan sambutan-sambutan dari Rektor Univeritas Sanata Dharma, Ketua acara, dan juga pembimbing UKM Karawitan. Selanjutnya, acara resmi dibuka dengan pemukulan kenong oleh Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Rektor USD.
Penampilan pertama dibuka oleh tim peserta dari Paroki Santo Yakobus Bantul dengan membawakan lagu berjudul Bagai Tanah yang Kering. Selanjutnya disusul oleh penampilan tim peserta dari paroki Minomartani, Paroki Hati Kudus Yesus Pugeran, Paroki Tyas Dalem Macanan, dan yang terakhir sebelum jeda makan siang adalah penampilan dari tim peserta OMK Santo Petrus. Pada saat jeda makan siang, para penonton dapat mengunjungi stand-stand makanan yang telah disediakan oleh panitia di sekitar Panggung Terbuka. Sambil menikmati santap siang para penonton dihibur dengan penampilan dua orang penari cantik yang membawakan tarian tradisional. Pada saat jeda makan siang ini pula diumumkan dua orang tokoh yang akan diberikan penghargaan karena telah berjasa dalam mengembangkan Seni Karawitan Gending Gerejani Yogyakarta, beliau adalah almarhum Christopher Saridal dan juga Prof. Dr. Rahayu Supanggah, S.Kar. Setelah jeda makan siang, acara dilajutkan dengan penampilan dari Paroki Wedi Klaten yang membawakan lagu berjudul Kasih Jangan Layu. Kemudian, disusul dengan penampilan dari Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo, Paroki Yohanes Rasul Wonogiri, dan penampilan terakhir dari peserta adalah Paroki San Inigo Dirjodipuran Solo.
Di akhir acara diumumkan pemenang dalam festival ini, yaitu tim dari Paroki Hati Kudus Yesus Sukoharjo Pemenang dipilih hasil pengamatan para juri yang dilakukan berdasarkan keselarasan dan kepaduan bunyi dari masing-masing alat musik serta kekompakkan dari tiap peserta baik itu paduan suara maupun pemain musik. Setelah pengumuman pemenang, acara ditutup dengan penampilan dari group musik yang namanya sudah cukup tenar di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma yaitu Orkes Musik NPP. (AR)




