Himpunan Mahasiswa Program Studi PBSI pada hari Minggu 15 April 2016 menyelenggarakan lomba Debat Bahasa Indonesia siswa-siswi SMA se-DIY dan Jateng. Lomba ini diikuti oleh 24 tim dari sekolah-sekolah di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Setiap sekolah diperbolehkan mengirim lebih dari satu tim untuk berlomba. Satu tim terdiri dari tiga orang peserta.
Lomba debat ini mengambil tema “Menjaga Martabat Bahasa Indonesia di Era MEA” di mana bahasa Indonesia bukanlah bahasa Internasional yang dimengerti atau dipelajari oleh semua Negara. Di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini banyak warga negara asing yang akan datang ke Indonesia untuk bekerja. Namun banyak juga warga Negara Indonesia yang hijrah ke luar negri untuk mencari pekerjaan. Nah, oleh sebab itu bagaimana cara warga Negara Indonesia baik yang di luar negri maupun di dalam negeri menjaga martabat Bahasa Indonesia sebaik-baiknya di hadapan warga Negara asing.
Juri dalam lomba ini adalah Drs. Petrus Hariyanto, M. Pd., sebagai ketua juri. Beliau adalah salah satu dosen PBSI USD yang ahli di bidang retorika. Lalu ada Dr. Y. Karmin, M. Pd. yang juga merupakan dosen program studi PBSI USD. Beliau sangat ahli di bidang analisis kesalahan berbahasa dan juga doktor di bidang pragmatik. Selain mereka berdua, ada juga Dra. Sri Nardiati, M. Pd. dan juga Ibu Riani, S. Pd., M. A. mereka berdua adalah peneliti kebahasaan di balai bahasa USD.
Acara lomba yang berlangsung selama 1 hari ini dinilai cukup kondusif, tak satupun peserta yang melemparkan sanggahan dan argumennya dengan jalan kekerasan. Semua dilakukan dengan berbicara secara jujur dan hati-hati agar tidak menyinggung perasaan peserta lain. Pada akhir acara terpilihlah SMA Taruna Nusantara sebagai Juara 1 dan mendapatkan uang pembinaan sebesar 1 juta rupiah. Di peringkat kedua yaitu SMA Negeri 11 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 700.000,00. Sementara itu, posisi ketiga diduduki oleh SMA Regina Pacis Surakarta dan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500.000,00. (AR)




