USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Mensyukuri Keberagaman dan Membangun Sinergi

diupdate: 11 tahun yang lalu


Program studi Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma pada hari Sabtu, 14 Mei 2016 menggelar kegiatan Hari Prodi dan Ekspresi Mahasiswa. Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Kampus V Universitas Sanata Dharma ini dihadiri oleh Bapak Rohandi, Ph,D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), para dosen, orangtua mahasiswa dan mahasiswa Pendidikan Agama Katolik.
Kegiatan Hari Orangtua dan Ekspresi Mahasiswa ini diawali dengan doa dan menyanyikan Himne Sanata Dharma, dilanjutkan dengan penampilan Tari Pendet yang merupakan simbol penyambutan. Bapak Rohandi, Ph,D memberi sambutan dan mengucapkan selamat datang kepada para orangtua mahasiswa Pendidikan Agama Katolik. Hadir pula Drs. F.X. Heryatno Wonowulung, SJ, M.Ed selaku Kaprodi Pendidikan Agama Katolik yang turut memberi kata sambutan. Latar belakang diadakannya Kegiatan Hari Orangtua dan Eskpresi Mahasiswa ialah pentingnya peran orangtua dalam keberhasilan studi mahasiswa. Peran orangtua sangat penting dalam keberhasilan studi mahasiswa baik dalam prestasi akademik dan prestasi non akademik. Orangtua tidak hanya memiliki peranan dalam memberi materi, namun sekaligus bersinergi bersama lembaga pendidikan dalam upaya keberhasilan studi.
Dalam pertemuan ini, Drs. F.X. Heryatno Wonowulung, SJ, M.Ed menampilkan profil program studi Pendidikan Agama Katolik meliputi sejarah, kurikulum, kegiatan mahasiswa dan kebiasaan-kebiasaan  yang tidak dimiliki oleh program studi lain. Program studi Pendidikan Agama Katolik memberikan mata kuliah nol SKS di tiap semester kepada mahasiswa, yaitu Pembinaan Spiritualitas. Mata kuliah Pembinaan Spiritualitas dengan bobot nol SKS ini justru menjadi “roh” dari seluruh mata kuliah yang lain. Tentu saja Pembinaan Spiritualitas ini sangat berguna bagi mahasiswa sebagai calon guru agama, katekis, petugas pastoral dan pengembang karya katekese. Kaprodi Pendidikan Agama Katolik juga menceritakan kebiasaan-kebiasaan yang tidak dimiliki oleh program studi lain, yakni tradisi minum teh bersama setiap pukul 09.00 WIB. Presentasi mengenai profil Pendidikan Agama Katolik diharapkan dapat memberikan gambaran kepada para orangtua mahasiswa mengenai kehidupan kampus dan studi putra-putrinya.
Sambutan orangtua dari mahasiswa, diwakili oleh Ibu Dorotea S.Pd yang berasal dari Cilacap. “Saya sebagai orangtua dan alumni Pendidikan Agama Katolik, sungguh merasa bahagia dapat hadir dan melihat kampus ini, berjumpa dengan para dosen dan sesama orangtua mahasiswa”, ungkapnya.  Acara dilanjutkan dengan sharing mahasiswa yang diwakili oleh Slamet Rianto Aji yang berasal dari Kutai Barat dan Putri Kenanga dari Jawa Timur. Dialog antara mahasiswa, orangtua dan para dosen yang dilakukan dalam forum terbuka diharapkan dapat menjadi wadah tercapainya sinergi antara ketiganya dalam upaya keberhasilan studi para mahasiswa.
Acara yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa pun tiba, yakni Ekspresi Mahasiswa. Setelah berdialog dengan waktu kira-kira satu jam, semua yang hadir disuguhi penampilan Paduan Suara Pradnya Widya yang menyanyikan dua buah lagu yakni Bengawan Solo dan Si Gulempong. Selain itu, mahasiswa yang berasal dari berbagai suku menyuguhkan penampilan yang menunjukkan ciri khas daaerah masing-masing. Mahasiswa yang berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya menampilkan teater singkat. Mahasiswa dari daerah Timur, Sumatera dan Kalimantan menampilkan tarian khas daerah. “Menyenangkan sekali melihat penampilan teman-teman mahasiswa dari daerah lain, saya juga senang dapat mengenalkan budaya Kalimantan kepada semua teman-teman dan orangtua yang hadir,” ungkap Lidwina.
Puncak dari kegiatan Hari Prodi dan Ekspresi Mahasiswa ini adalah pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur atas kelancaran acara dan sekaligus syukur atas keberhasilan program studi Pendidikan Agama Katolik dalam mempertahankan akreditasi A. Semua yang hadir dapat menikmati makanan khas daerah di lima stand yakni stand Jawa, Yogyakarta, Kalimantan, Flores dan stand Sumatera Utara. Tidak hanya bersilahturahmi, berjumpa secara langsung namun juga membangun sinergi. Kesuksesan pendidikan merupakan tanggung jawab dari semua pihak, mahasiswa, orangtua, pendidik dan masyarakat. (LWM)

  kembali