Pertemuan antara Universitas Sanata Dharma (USD) dan Universitas Parahyangan (UNPAR) diselenggarakan di ruang rapat Rektorat Universitas Sanata Dharma pada hari Rabu, tanggal 11 Mei 2016. Presentasi dan pemaparan tentang bagaimana pendampingan mahasiswa dilakukan oleh F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Wakil Rektor IV Universitas Sanata Dharma. UNPAR-USD saling bertukar pengalaman, selain itu pihak UNPAR secara khusus pada kesempatan ini bermaksud untuk mempelajari bagaimana pendampingan mahasiswa kerjasama di Universitas Sanata Dharma.
“Kegiatan pembinaan mahasiswa penerima beasiswa kerjasama di Universitas Sanata Dharma ada beberapa kegiatan, meliputi: pelatihan (pelatihan menulis artikel dan cerita rakyat), retret, dan pendampingan prodi (melibatkan Ketua Program Studi dan Dosen Pendamping Akademik).” papar bapak Ouda.
Keunggulan Universitas Sanata Dharma dalam melakukan pendampingan mahasiswa didukung adanya asrama mahasiswa (Student Residence). Student Residence dikelola oleh beberapa pegawai Universitas Sanata Dharma, bekerja sama dengan beberapa mahasiswa senior (menempuh semester akhir) yang juga merupakan penerima beasiswa dan telah menempuh proses pelatihan. Beberapa kegiatan yang menjadi rutinitas bagi para mahasiswa penerima beasiswa kerja sama yang tinggal di asrama adalah penjadwalan doa dan misa, pertemuan angkatan, kegiatan bersih-bersih, dan olahraga.
Universitas Sanata Dharma menyediakan beragam beasiswa pagi para mahasiswa. Beasiswa-beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya beasiswa dari pemerintah yang mencakup beasiswa BIDIKMISI, BPP-PPA, PPA, dan beasiswa Diikpora. Selain itu Universitas Sanata Dharma juga menyediakan beasiswa berupa beasiswa Driyarkara, SDSF, dan beasiswa Khusus USD. Tak kalah menarik lagi, karena Universitas Sanata Dharma menjalin kerja sama dengan beberapa rekanan yang juga menyediakan beasiswa seperti VDMS. Djarum Foundation, Toyota Astra, dan masih banyak lagi. Universitas Sanata Dharma juga menjalin mitra kerja sama seperti Pemkab. Nias Barat, Pemkab. Kutai Barat, Pegunungan Bintang, Pemkab. Mahakam Hulu, LPMAK, YUPP Asmat-Agats, Keuskupan Manokwari-Sorong, Mentawai, Aptik Peduli Mentawai, Alumni NTT, dan Yayasan Prayoga Padang.
Bapak Ouda menyadari bahwa pendampingan kemahasiswaan akan bertambah efektif bila dilakukan oleh para penerima beasiswa yang telah menempuh semester akhir dan telah lulus. Hal ini menginspirasi beliau untuk mencetuskan sebuah acara inovatif bertajuk “Senior berbagi Cerita”. Di dalam acara ini, para penerima beasiswa yang telah senior berbagi pengalaman bagi adik-adik tingkatnya. Mereka juga memberikan motivasi dan tips-tips dalam menjalani perkuliahan. Senior yang berbagi cerita merupakan para mahasiswa berprestasi dan aktif dalam berkegiatan. Bahkan, ada salah satu dari mereka, yang selalu menempuh perjalanan dari asrama di Paingan, Maguwoharjo hingga Mrican, Gejayan, dengan berjalan kaki. Sebuah perjuangan yang patut diteladani.
Tak sedikit pula dari penerima beasiswa kerja sama di Universitas Sanata Dharma yang berprestasi baik di dalam dan di luar kampus. Hal ini dibuktikan dengan ada penerima beasiswa yang merupakan lulusan tercepat dan terbaik dari program studinya, lulus dengan predikat cumlaude, dan kerap kali menulis kolom-kolom berita di beberapa surat kabar ternama.
Para mahasiswa penerima beasiswa selalu dimonitor oleh pihak Rektorat yang menangani tentang hubungan kerja sama (di bawah Wakil Rektor IV) berkaitan dengan prestasi dan perkembangan-perkembangan positif yang berhasil mereka capai setiap semester. Selain segi prestasi, sisi humanis para mahasiswa juga dikembangkan. Pendampingan mahasiswa yang berlangsung di Univeritas Sanata Dharma mengedepankan cura personalis di mana pendampingan tersebut bersifat personal care. Salah satu cara yang telah diberlakukan adalah dengan memberikan teks bacaan dan refleksi bagi para penerima beasiswa. Ketika ada mahasiswa penerima beasiswa yang sakit, pihak Rektorat juga tidak segan-segan untuk terjun langsung dalam mengantar mahasiswa tersebut untuk memperoleh tindakan medis hingga memantau proses penyembuhan anak tersebut hingga pulih kembali. Demikianlah Universitas Sanata Dharma sungguh dapat mewujudnyatakan slogan “Cerdas dan Humanis” bagi peserta didiknya. (EEN)




