USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Bincang Plahlar di PSL USD

diupdate: 11 tahun yang lalu


Sejak tahun 2012 Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma (PSLUSD) bekerjasama dengan Fauna Flora International (FFI) mengadakan penelitian mengenai konservasi Plahlar (Dipterocarpus littoralis). Tumbuhan Plahlar berstatus critical endangerd serta penyebarannya hanya ada di Pulau Nusakambangan. Kegiatan penelitian Plahlar melibatkan banyak pihak, selain PSL USD, yaitu, Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sanata Dharma, Prof. Tukirin Patmomiharjo (Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Fakultas Kehutanan Universitas Jendral Soedirman, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, dan komunitas serta aktivis lingkungan hidup (diantaranya, Konservasi Gunung Selok, Harimau Kita, dan Konservasi Harimau Majenang).
Kegiatan seminar hasil penelitian yang bertempat di Pusat Studi Lingkungan USD (Sabtu, 30 April 2016) merupakan bentuk pertanggung jawaban peneliti kepada beberapa pihak. Pertanggung jawaban ini diberikan kepada masyarakat umum, FFI sebagai donatur, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, serta Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Cilacap sebagai pemangku kepentingan utama, dan pihak-pihak yang bekerjasama selama 3 tahun.
Seminar yang dihadiri oleh Kepala Resort Banyumas BKSDA Jawa Tengah, perwakilan Resort KSDA Cilacap, perwakilan BKSDA Yogyakarta, perwakilan Fauna Flora International (FFI), Akademisi (USD, UGM, UNY, UNS, UIN Kalijaga, Universitas Widya Mataram, UNPAD) serta penggerak dan peneliti lingkungan hidup menghadirkan 4 pembicara. Olsy Vinoli Arnof mempresentasikan proses pembuatan video dokumenter Plahlar dan Pengayom, Ign.Y.Kristio Budiasmoro berbicara mengenai konservasi plahlar, Sulistyono berbicara tentang restorasi hutan Nusakambangan dan Rm. Petrus Sunu Hardiyanta, S.J yang mempresentasikan penelitian beliau di Segara Anakan, Nusakambangan.
Seminar yang dihadiri hampir 60 peserta ini diharapkan mampu memberikan inspirasi kepada mahasiswa dan peneliti muda untuk melakukan kegiatan konservasi flora dan fauna Indonesia. Selain itu, mengajak mahasiswa dan peneliti untuk melanjutkan kegiatan konservasi Dipterocarpus littoralis (Plahlar) yang keberadaannya semakin terdesak oleh kegiatan dan kepentingan manusia. (GNS)

  kembali