USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Universitas Sultan Fatah Demak Berkunjung ke USD

diupdate: 11 tahun yang lalu


Program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sultan Fatah Demak mengadakan kunjungan ke program studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Universitas Sanata Dharma pada hari Kamis, 28 April 2016. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat Universitas Sanata Dharma khususnya IPPAK sekaligus sharing wawasan antar mahasiswa tentang pentingnya menjadi pendidik yang inklusif. Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Himne Sanata Dharma, dilanjutkan dengan kata sambutan Ketua Program Studi IPPAK dan Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam, Universitas Sultan Fatah Demak.
Kunjungan muhibah yang diikuti oleh 37 mahasiswa prodi PAI beserta para dosen disambut hangat oleh civitas akademika IPPAK USD. Acara yang berlangsung kurang lebih tiga jam diisi dengan presentasi mengenai prodi IPPAK oleh Dr. B.A. Rukiyanto, SJ dan Drs. H.J. Suhardiyanto, SJ. Tidak lupa, Bapak Muhammad Abdul Qodir, Lc., MA memperkenalkan sekilas mengenai prodi PAI kepada keluarga besar IPPAK. Dalam pemaparannya tersebut ia sangat menekankan tentang pentingnya menjadi seorang pendidik yang inklusif.
Kedua dosen IPPAK USD memaparkan mengenai metode pembelajaran yang digunakan di program studi IPPAK, yaitu metode pedagogi refeksi ignatian. Metode ini menekankan refleksi diakhir kegiatan untuk mengetahui sejauh mana pengalaman yang didapatkan demi pengembangan diri sebagai calon guru agama.
“Para pendidik semestinya berwawasan inklusif karena merekalah ujung tombak generasi penerus bangsa Indonesia yang pluralis. Dengan menjadi pendidik yang inklusif, seorang pendidik diharapkan mampu mengarahkan naradidiknya menjadi pribadi yang berintegritas tinggi dan hidup rukun dalam keberagaman. Perbedaan iman dan kepercayaan tidak harus menjadi batu sandungan untuk saling mendiskriminasi satu sama lain tetapi hendaknya menjadi kekayaan yang mampu mewarnai kehidupan ini,” kata Bapak Qodir dalam presentasinya tersebut. Selanjutnya ia mengucapkan sebuah hadis: “Man la Yarham, la Yurham” yang artinya “barangsiapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi”.
Usai diskusi, peserta dibagi dalam 13 kelompok kecil untuk sharing. Dalam sharing tersebut para calon pendidik membahas mengenai sikap inklusivisme dalam kemajemukan yang ada di Indonesia. Diskusi berlangsung hangat dalam suasana keterbukaan antar mahasiswa.
“Ini merupakan awal yang baik untuk menjalin kerjasama antara Prodi IPPAK USD dengan Prodi PAI UNISFAT. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jawaban dan kritik atas tindakan menyerang sesama dengan mengatasnamakan agama tertentu. Kunjungan penuh kehangatan yang terjadi hari ini adalah contoh hidup bertoleransi yang harus ditumbuhkembangkan.” ujar Anam seorang mahasiswa program studi PAI UNISFAT. (EDS)

  kembali