USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

The Jakarta Post: Seminar Karir dalam Dunia Jurnalistik

diupdate: 17 tahun yang lalu

Careers in Journalism Seminar, begitulah tema seminar tentang karir dalam bidang jurnalistik yang diadakan oleh harian berbahasa Inggris the Jakarta Post bekerjasama dengan Biro Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (BKHLN) Universitas Sanata Dharma. Acara yang dilakasanakan di ruang Koendjono, lantai 4, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma, pada tanggal 16 Oktober ini menghadirkan tiga orang pembicara yang berasal dari the Jakarta Post. Mengawali acara, Meidyatama Suryodiningrat yang merupakan Deputy Chief Editor The Jakarta Post, menjelaskan tentang the Jakarta Post, mulai dari sejarahnya, misi, struktur kepemimipinan meja redaksi, jaringan kerja media yang dimiliki, alur editorial berita, tentang proses rekruitmen reporter hingga profil segmentasi pembaca harian yang pertama kali terbit pada 25 April 1983 tersebut. Mas Dimas, begitu beliau biasa disapa, juga menuturkan pengalamannya sebagai seorang wartawan yang menurutnya merupakan suatu ‘kecelakaan’. Hal tersebut berawal dari kesukaannya menulis, hingga kemudian tertarik menekuni dunia jurnalistik. ‘Satu hal yang harus dimiliki oleh orang yang berkeinginan menjadi jurnalis adalah kombinasi antara kegemaran menulis dan disiplin kewartawanan’ ujar mas Dimas kepada para audience yang berkeinginan menjadi jurnalis. Selain itu, mas Dimas juga menegaskan bahwa untuk menjadi seorang jurnalis, latar belakang pendidikan bukanlah suatu hal yang penting, Beliau bahakan menuturkan bahwa di the Jakarta Post sendiri 80% dari jumlah jurnalis yang ada bukan berlatar belakang pendidikan ilmu Komunikasi. Pada sesi selanjutnya, Sriwahyuni atu biasa disapa mbak Yuni, hadir sebagai pembicara. Beliau lebih banyak bercerita tentang pengalamannya sebagai seorang jurnalis. ‘Kejujuran merupakan hal yang paling penting dari sebuah berita’, demikian ujar Desk Archipelago wilayah Yogyakarta tersebut. Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa menjadi jurnalis haruslah memiliki ketahanan fisik yang kuat dan juga harus mengutamakan keselamatan diri karena sebaik apapun berita hasil reportase yang didapat kalau tidak bisa sampai ke tangan pembaca karena si jurnalis mengalami musibah maka berita tersebut menjadi tidak berarti apa-apa. Sesi terakhir diisi oleh HRD Manager the Jakarta Post, A’an Suryana. Mas A’an, begitu beliau biasa disapa, banyak menjelaskan tentang proses rekrutmen reporter di the Jakarta Post. Selain itu beliau juga menjelaskan lebih lanjut mengenai kualifikasi untuk menjadi reporter di harian yang mempunyai sekitar 50-an editor dan reporter tersebut. Satu hal yang beliau tegaskan kepada audience yang berkeinginan untuk menjadi reporter di the Jakarta Post adalah harus mempunyai kemampuan menulis dalam bahasa Inggris, disamping itu faktor latar belakang pendidikan tidaklah penting. Seminar yang dihadiri oleh lebih dari 50 mahasiswa Universitas Sanata Dharma, dari berbagai jurusan tersebut berlangsung dari pukul 10.00 hingga pukul 13.00. Di akhir acara, pihak the Jakarta Post memberikan kenang-kenangan kepada pihak Universitas Sanata Dharma yang diwakili oleh kepala BKHLN, Maria Ananta dan staf BKHLN, Yovita. Begitu juga dengan pihak Universitas Sanata Dharma yang memberikan kenang-kenangan kepada pihak the Jakarata Post yang diwakili oleh Deputy in Chief Editor, Meidyatama Suryodiningrat. Selain itu juga diadakan kuis yang berhadiah aneka merchandise dari the Jakarta Post berupa block note, kaos, topi, dan tas. (Gress)

  kembali