Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma (PSLUSD) kembali mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memfasilitasi kegiatan yoga ketawa yang diadakan pada tanggal 5 dan 8 Maret 2016. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Letusee dengan Yoga Ketawa Indonesia/Laughter Yoga Indonesia (www.laughteryoga-indonesia.com). Tanggal 5 Maret 2016, mengadakan sesi ‘Helti dan Hepi bersama Yoga Ketawa’yang ditujukan bagi umum. Peserta terdiri dari kaum muda, lansia, perempuan dan laki-laki. Acara ini disambut dengan antusias oleh kawula pengikut pola hidup sehat alami. Tanggal 8 Maret 2016, Yoga Ketawa Indonesia berkolaborasi dengan sahabat perempuan odapus (orang dengan Lupus), pejuang, penyintas maupun relawan kanker, guru Paud, dan relawan maupun sahabat perempuan dari komunitas lainnya dalam menyambut hari perempuan se dunia. Kegiatan dengan tema ‘berbagi kegembiraan dan saling menguatkan’ dalam program hepi dan helti diikuti sekitar 30 sahabat perempuan.
Program hepi dan helti dipandu oleh Emmy Liana Dewi, guru Yoga Ketawa tersertifikasi. Emmy Liana Dewi adalah certified teacher yang pertama sejak bulan Juni 2010. Pada bulan Februari 2015 diangkat menjadi laughter ambassador oleh Laughter Yoga International, dan berafiliasi dengan Laughter Yoga International untuk memberikan certified laughter yoga leader training. Berbeda dengan gerakan yoga klasik/asanas. Gerakan dalam Yoga Ketawa merupakan gabungan unsur gerakan bebas, tertawa, olah nafas, dan relaksasi dengan tujuan meningkatkan emosi positif. Peserta akan dipandu untuk bergerak bebas dalam senam tawa seperti bermain-main, bertepuk tangan sambil menyerukan yel-yel ‘HOHOHAHAHA’… dan ‘bagus sekali-bagus sekali oyee…. Dan very good.. very good… yaiii’. Selain itu peserta dipandu untuk mengolah pernafasan dengan cara yang menyenangkan dan menghibur. Filosofi Yoga Ketawa adalah ‘motion creates emotion’, yaitu gerak tubuh kita bisa dilatih untuk membentuk emosi. Dalam hal ini bentuk gerakan bebas seperti bermain-main membuat peserta bisa tertawa lepas dan gembira, sehingga emosi akan mengikutinya.
Tertawa sendiri merupakan mekanisme tubuh dalam memperpanjang ekshalasi, sehingga akan memperbanyak pembuangan CO2 dan memaksimalkan penyerapan O2 melalui tertawa dan olah nafas. Menurut panduan buku Certified Laughter Yoga Teacher Training, 3 menit beryoga ketawa setara dengan 10 menit olah raga cardio menggunakan mesin dayung/rowing machine sehingga peserta akan banyak mengeluarkan keringat. Selain itu efek terapeutik dari tawa akan tercapai bila dilakukan dengan tertawa bersuara keras dalam waktu 10-15 menit. Tertawa juga akan meningkatkan kerja hormon endorfin yang mempunyai manfaat membuat hati gembira, meningkatkan kualitas tidur, kekebalan tubuh relasi, produktivitas, kreativitas dan sosialisasi. Selain itu endorfin mengurangi rasa nyeri, kadar kortisol, stress, dan ketegangan pada otot.
Kegiatan yoga ketawa selaras dengan kegiatan yang sering dilakukan Pusat Studi Lingkungan, yaitu kegiatan menyehatkan bumi, termasuk kesehatan manusia dan lingkungannya. Yoga ketawa merupakan salah satu alternatif menyembuhkan “penyakit rasa dan pikiran”. Proses penyembuhan bumi dimulai dengan menyembuhkan rasa dan pikiran manusia dari kondisi yang mencekam. Manusia yang memiliki kesehatan rasa dan pikiran akan membantu bumi ini menjadi lebih hijau dan lestari. Pusat Studi Lingkungan USD akan selalu bekerja sama dan memfasilitasi kegiatan yang berhubungan untuk menyehatkan dan memperbaiki lingkungan dan manusia di dalamnya. Seperti dalam moto “Healing Broken World”. (GNS)




