USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Pentas Teater Rakyat Mahasiswa IPPAK USD: "Kecil dan Tertindas"

diupdate: 11 tahun yang lalu


Mahasiswa program studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik (IPPAK) Universitas Sanata Dharma angkatan 2015 telah sukses menggelar Pentas Teater Rakyat pada Jumat, 19 Februari 2016 di Auditorium IPPAK Kampus 5 USD Kotabaru. Pentas Teater Rakyat ini merupakan puncak dari rangkaian Pekan Teater Rakyat yang diadakan selama sepekan di Studio Audio Visual Puskat, Sinduharjo. Sejak tanggal 10-17 Januari 2016, peserta diberi pembekalan oleh dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Teater yaitu Bapak F.X. Trimulyono, S.Ag bersama sejumlah mahasiswa IPPAK tingkat atas. Mereka kemudian dibagi menjadi tiga kelompok dan melakukan latihan olah vokal, olah tubuh serta latihan akting. Tidak hanya itu, peserta juga terjun langsung untuk melihat keadaan di lapangan (analisis sosial), membuat skenario serta naskah untuk dipentaskan.
Pentas Teater Rakyat yang diikuti oleh 49 peserta ini menampilkan lakon dengan judul (1) Tembang Tambang Pasir, (2) Teater Klip “Papa Minta Saham”, dan (3) Jogja Berhati Siapa? Lakon-lakon yang ditampilkan menyentuh hati penonton karena merupakan potret kehidupan nyata yang sengaja diangkat dengan harapan semakin banyak orang yang peduli terhadap orang-orang kecil. Pentas yang dihadiri ini oleh keluarga besar IPPAK dan umum ini meninggalkan kesan bagi penontonnya. “Kerenlah pokoknya, mereka mengangkat tema di sekitar kita dan menyajikan dengan baik sehingga pesannya tersampaikan,” ungkap Dennis, salah satu penonton kategori umum.
Pentas Teater Rakyat ini bertolak dari pengalaman nyata yang direfleksikan dan diekspresikan oleh para calon katekis. Pentas ini tidak hanya bertujuan menyuarakan suara-suara orang kecil tetapi juga membentuk karakter para pemain. “Saya jadi semakin berani tampil di depan orang banyak dan saya semakin peka terhadap ketidakadilan yang terjadi di luar sana.” ujar Julierni, salah satu pemeran.  Melalui mata kuliah Pendidikan Teater, diharapkan kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi mahasiswa tumbuh dan berkembang, mahasiswa semakin peka terhadap keadaan-keadaan di masyarakat. Kemampuan-kemampuan inilah yang nanti akan berguna bagi para calon pewarta Kabar Gembira. (LUSI)

  kembali