Program Pendidikan Guru Terintegrasi (PPGT) merupakan program pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) bekerja sama dengan pemerintah kota/kabupaten dalam hal mendidik putra dan putri daerah menjadi tenaga pengajar yang terintegrasi dan profesional. Putra putri daerah tersebut dipilih dan diutus oleh daerah mereka masing-masing untuk menempuh pendidikan keguruan di beberapa Universitas ternama di Indonesia selama kurang lebih 4 tahun sampai mereka mendapatkan gelar Sarjana pendidikan kemudian kembali pulang ke daerah asal mereka untuk mengabdi dan mengembangkan sektor pendidikannya.
Program PPGT ini mulai diselenggarakan sejak tahun 2011 yang artinya, tahun ini (2016) merupakan angkatan pertama yang berhasil dinobatkan sebagai sarjana pendidikan dan mendapatkan sertifikat guru. Dari sekian banyak Universitas dan Perguruan Tinggi yang terlibat dalam menjalankan program ini, Universitas Sanata Dharma (USD) merupakan satu-satunya universitas Swasta dari total 11 Perguruan tinggi di Indonesia yang dipercaya oleh Kemenristek Dikti. Dari total 34 orang peserta yang menempuh pendidikan di USD, 33 orang dari mereka berhasil lulus dalam Ujian Tulis Nasional yang diuji langsung oleh pemerintah dan tentu saja berhak menerima sertifikat guru. Ke-33 mahasiswa telah kurang lebih 4 tahun berdinamika dan belajar di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Jurusan atau Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pada hari Jumat, 19 Februari 2016, 33 putra-putri yang berhasil dan telah
dinyatakan lulus ini, menerima piagam dan setifikat guru Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Ruang Koendjono lantai 4 Gedung Pusat Kampus 2 USD Mrican. Sertifikat diserahkan langsung oleh Rektor USD Drs. Johanes Eka Priyatma, MSc., PhD. Acara ini dihadiri oleh para pejabat USD seperti Wakil Rektor dan Dekan FKIP, serta para Kepala Sekolah dari 5 Sekolah Dasar mitra tempat para calon guru ini melangsungkan praktek mengajar. Acara ini juga terasa lebih istimewa karena dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Flores Timur Drs. Bernadus Beda Keda, M.A.P. sebagai perwakilan dari para kepala daerah dan pemerintah.
Acara dimulai dengan laporan dari Koordinator Program Drs. YB. Adimassana, M.A. Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan bersama dengan pemerintah, beliau menyampaikan bahwa para peserta PPGT di USD telah meningkat kualitasnya dan menunjukkan perubahan yang sangat sigifikan dibandingkan pada saat pertama kali mereka datang dan berkuliah di USD. “Bukan hanya dari segi kemampuan akademik saja yang meningkat, melainkan juga non akademik seperti mental dan perubahan karakter menjadi seorang guru yang berkualitas.” ungkap beliau. Acara dilanjutkan dengan simbolisasi yang dilakukan oleh Rektor USD melepaskan tanda peserta PPGT diwakili oleh 2 orang mahasiswa. Dengan simbolisasi ini, maka secara sah mereka bukan lagi peserta program PPGT melainkan seorang guru yang akan pulang dan mengabdikan diri untuk kemajuan daerahnya. Setelah dilakukan simbolisasi pelepasan tanda peserta, acara dilanjutkan dengan pengucapan kode etik guru yang dipimpin oleh salah satu mahasiswa dan menyanyikan lagu Hymne Guru.
Trivonia Kurnia Awang, S.Pd., gr. diberikan kesempatan sebagai perwakilan dari peserta PPGT untuk menyampaikan sambutannya. “Pelantikan ini merupakan sebuah simbolisasi bahwa kami telah terpanggil menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih kepada Kemenristek Dikti yang telah membina dan membimbing kami. Terima kasih juga kepada USD dan seluruh sekolah mitra yang ikut membina kami menjadi insan yang berkualitas.” ungkapnya. Trivonia juga menegaskan bahwa USD merupakan Universitas yang sangat terbuka terhadap ilmu pengetahuan dan toleransi. Meskipun USD adalah Perguruan Tinggi yang bernafas katolik namun memiliki jiwa Binneka Tunggal Ika. Rektor Universitas Sanata Dharma pun turut menegaskan hal ini dalam sambutannya. Beliau juga mengibaratkan dan mengambil contoh dari seorang martir yang bernama St. Fransiskus Xaverius yang memiliki jiwa pemberani selama bertahun-tahun berjuang untuk melayani sesama seperti halnya para calon guru yang telah dilantik hari ini.
Tidak lengkap rasanya acara ini jika perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olah raga tidak memberikan kata sambutannya. Setelah Rektor USD, giliran Drs. Bernadus Beda Keda, M.A.P. yang turut menyampaikan nasihat dan perasaan bangganya mewakili Dinas Pemuda dan Olah Raga serta para kepala daerah. Pesan yang sangat ditekankan olehnya ialah mengenai mental seorang guru kerika akan mengabdi untuk daerah dan Negara Indonesia. “Guru profesional tidak hanya membutuhkan kepintaran dan skill intelektual yang bagus, melainkan juga kerelaan, kemurah hatian dan ketulusan hati.” (TKAP)




