Penuh antusiasme dan kegembiraan! Itulah kesan pertama yang tampak ketika melihat siswa-siswi yang mengikuti Lomba Olimpiade Ekonomi-Akuntansi 2016 di Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta. Lomba ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Prodi Pendidikan Akuntansi, FKIP pada hari Sabtu, 6 Februari 2016. Secara rutin, Lomba Olimpiade Ekonomi-Akuntansi ini telah dilaksanakan sebanyak 6 kali dengan hadiah utama berupa Piala Bergilir Sri Sultan HB X, Piala Tetap Dinas Pendidikan Propinsi DIY, serta uang pembinaan. Babak penyisihan hingga babak final digelar mulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 di Kampus USD Mrican. Acara dibuka dengan kata pembuka serta prosesi pemukulan gong oleh Rektor USD, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. dilanjutkan dengan penampilan dari vocal grup untuk memberikan suasana menyenangkan bagi peserta.
Hal menarik yang hadir di dalam lomba Ekonomi-Akuntansi ini adalah banyaknya penggunaan games sebagai media lomba. Memberikan wawasan baru melalui cara-cara yang inovatif serta menyenangkan merupakan tujuan dari diselenggarakannya lomba ini. Media games dalam perlombaan ini tidak hanya menguji pengetahuan dan wawasan dalam ilmu Ekonomi dan Akuntansi, namun juga akan menguji sisi afektif dan juga psikomotor dari peserta. Dengan cara tersebut, diharapkan pula agar peserta lebih memahami pelajaran Ekonomi dan Akuntansi serta memahami implementasinya di kehidupan sehari-hari. Bagi Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntanto, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Olimpiade Ekonomi-Akuntansi 2016, pengetahuan mengenai ekonomi yang baik, transparan, dan akuntabel harus ditanamkan sejak awal, karena para siswa-siswi inilah yang akan menjadi calon ekonom dan akuntan masa depan.
Lebih lanjut, Pak Wid, begitu mahasiswa biasa menyapa beliau, mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, USD diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat melalui sebuah langkah kecil ini. Lomba yang diikuti oleh banyak peserta meliputi 29 SMA dari region Jawa Tengah dan DIY dapat membantu siswa-siswi untuk meningkatkan kualitas diri mereka melalui kompetisi. Soft skills yang dibutuhkan siswa-siswi untuk mempersiapkan masa depan mereka juga dilatih karena melalui lomba ini mereka akan “dipaksa” untuk bisa percaya diri dalam berkompetisi dan juga belajar “fairplay”.
Selain lomba Olimpiade Ekonomi-Akuntansi, pihak panitia juga menyelenggarakan seminar ”Penelitian Tindakan di Kelas” bagi para guru pendamping. Acara ini diikuti sekitar 30 orang guru dapat membantu para guru dalam proses belajar-mengajar. Penyelenggaraan seminar ini juga diakui oleh Pak Wid muncul dari adanya concern di masyarakat mengenai sedikitnya seminar dan pelatihan bagi guru-guru. Bagi para guru, seminar ini juga dapat membantu mereka mendapatkan poin kinerja lebih.
Selama persiapan panjang selama 2 bulan terakhir, Pak Wid mengharapkan agar acara ini bisa sukses mencapai tujuan-tujuan yang telah dicanangkan dari awal. Beliau juga mengatakan bahwa kontribusi mahasiswa dalam acara ini patut untuk diapresiasi karena mereka sangat aktif sehingga acara ini dapat terlaksana. Selain itu, dengan adanya acara Olimpiade Ekonomi-Akuntansi 2016 ini, hubungan antara para dosen dan juga mahasiswa menjadi lebih dekat. (ANP)




