Dalam kegiatan pengembangan energi biogas, Pusat Studi Lingkungan USD telah melaksanakan pelatihan dan pendampingan pada masyarakat tani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Agustus 2008 hingga Juli 2009). Bentuk kepedulian ini merupakan salah satu hasil kajian PSL-USD dalam mengaplikasikan teknologi pembuatan biogas secara sederhana, mudah, dan murah dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, misalnya bis beton. Setelah melalui masa pelatihan dan pendampingan selama 6 bulan, warga masyarakat akhirnya dapat membuat instalasi biogas sendiri dan mengaplikasikannya untuk kebutuhan memasak. Teknologi sederhana ini ditujukan untuk memberdayakan keluarga miskin dalam mencukupi kebutuhan bahan bakar memasak dengan asupan kotoran sapi dalam volume kecil (satu hingga dua ekor sapi) sampai menghasilkan biogas yang kemudian dimanfaatkan untuk memasak. Bahkan bagi keluarga yang tidak punya sapi dapat meminta kotoran sapi dari tetangga satu atau dua ember untuk pengisian hariannya. “Kunci keberhasilan aplikasi ini terletak pada bagaimana cara menampung gas secara efisien yang cukup untuk kebutuhan memasak sendiri”, demikian dikatakan oleh Sunu Hardiyanta SJ, dalam pertemuannya dengan warga saat melakukan evaluasi hasil karya warga dalam membuat instalasi biogas tersebut pada hari Sabtu tanggal 26 Juli 2009. Tim assesment PSL yang terdiri dari Kristio Budiasmoro, Silverio R. L. Aji Sampurno, Tri Priantoro, Sunu Hardiyanta SJ, YR Subakti, dan Agus Budi Purwanto telah melakukan evaluasi lapangan untuk melihat tingkat keberhasilan program pendampingan ini, sekaligus menjajagi kemungkinan kerjasama yang lebih luas dengan KOMITE (Koperasi Milis Temanggung) dalam mengembangkan sistem pertanian organik yang terpadu. Perlu juga disampaikan bahwa di desa Kranggan Temanggung, Tim PSL sejak 2008 juga telah mendampingi Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Kranggan dalam mengembangkan sistem pertanian organik sekaligus ikut mendampingi penyusunan konsep pusat pelatihan pertanian organik di salah satu rumah aktivis pertanian organik yaitu Bapak Imam. "Konsep aplikasi teknologi sederhana yang telah melalui kajian mendalam baik dari sisi kemudahan aplikasi, ekonomis, memberikan kemungkinan warga dampingan mengembangkan disain sendiri, dapat diterima oleh budaya setempat dan mengedepankan unsur pendidikan lingkungan yang mampu menciptakan ruang hidup lestari merupakan pilihan strategi program PSL USD dalam mewujudkan visi masyarakat Indonesia yang harmonis, hidup dalam lingkungan yang berkualitas, nyaman, dan lestari", demikian disampaikan oleh Ketua PSL USD Kristio Budiasmoro. (Rio)




