USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Sanata Dharma Berbagi:
"Sumbangan Teknologi untuk Menyelesaikan Masalah di Negara Berkembang"

diupdate: 11 tahun yang lalu


“Perkembangan teknologi informasi tidak hanya penting namun juga kontekstual bagi negara berkembang. Saya sebagai pemimpin menyambut baik seminar ini, dan memberikan kesempatan  untuk berbagi pada masyarakat melalui perkembangan teknologi.“ Begitulah sepetik ungkapan dalam sambutan yang disampaikan oleh Rektor Universutas Sanata Dharma Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. dalam membuka acara Seminar Sanata Dharma Berbagi. Seminar yang bertema “Sumbangan Teknologi Untuk Menyelesaikan Masalah di Negara Berkembang” ini dilaksanakan pada hari Selasa, 26 Januari 2016 bertempat di Ruang Seminar, Gedung Auditorium Driyarkara, Kampus 2 USD.
Dalam seminar ini, para peserta mendapatkan pemaparan dari empat narasumber tentang sumbangan yang dapat dilakukan kepada masyarakat melalui teknologi informasi. Empat narasumber tersebut adalah DS Bambang Soelistijanto, Ph.D. dan Dr. Anastasia Rita Widiarti keduanya dosen program studi Teknik Informatika USD, Dr. Iswanjono dosen program studi Teknik Elektro USD, serta Rizal Arryadi, ST.,SE.,MSIE.,MSCS.,CPIM.,CSCP. salah satu staf Oracle Indonesia.
Pak Antok begitu sapaan akrabnya, sebagai seorang akademisi yang mendalami jaringan mobile, menyampaikan presentasinya yang berjudul “Delay-tolerant Mobile Networks: Sebuah Alternatif Komunikasi Data“. Beliau menyampaikan bahwa di saat terjadi sebuah bencana alam, seorang manusia tidak lagi mempedulikan kebutuhan sandang, pangan, maupun papannya melainkan informasi mengenai seseorang yang dekat dengannya. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah jaringan yang dapat beroperasi walaupun pada kondisi bencana alam, di mana sinyal tidak dapat ditemukan. Menurut beliau solusinya adalah dengan menggunakan pergerakan manusia maupun transportasi yang telah terhubung dengan jaringan, sehingga informasi dapat tersebar.
Setelah pemaparan jaringan mobile dari Pak Antok, Pak Iswanjono, menyampaikan pemaparan mengenai Manajemen Lalu Lintas Kota Berbasis Jaringan Pembaca RFID. Menurut beliau pada saat ini banyak sekali terjadi masalah lalu lintas kota seperti kemacetan, pelanggaran lalu lintas, kedisiplinan parkir, dll. Untuk mengatasi masalah ini beliau menyarankan sebuah sistem jaringan pembaca RFID, yaitu sebuah sistem yang membaca informasi yang terdapat pada kendaraan ataupun barang yang telah diimplankan sebuah alat bernama RFID. Dengan menggunakan sistem jaringan RFID akan mempermudah pengaturan lalu lintas dan jika terjadi pelanggaran lalu lintas,  informasi kendaraan pelaku dapat segera diidentifikasi secara otomatis.
Seminar dilanjutkan dengan presentasi Bu Rita yang berjudul “Implementasi Model Transliterasi Citra Manuskrip Beraksara Jawa: Pintu Pertama Belajar Peradaban Luhur di Masa Lalu“. Beliau menyampaikan bahwa saat ini warisan budaya Indonesia mulai terlupakan, maka dari itu beliau ingin berkontribusi dalam melestarikan budaya Indonesia. Beliau menyampaikan saat ini di beberapa perpustakaan di Indonesia yang menyimpan buku peninggalan peradaban masa lalu kebudayaan Jawa telah dilakukan terjemahan secara manual dan proses ini membutuhkan waktu yang lumayan lama. Maka dari itu, Bu Rita membuat sebuah alat yang dapat digunakan untuk membaca aksara Jawa secara digital, sehingga proses yang dilakukan untuk menterjemahkan aksara Jawa dapat lebih efisien.
Seminar ditutup dengan presentasi dari Pak Rizal, selaku staf Oracle Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa pada saat ini pendidikan telah berubah di mana untuk mendapatkan informasi masyarakat dapat dengan mudah mengaksesnya melalui internet. Maka dari itu, beliau menyampaikan perlunya komunikasi yang baik antara dosen dengan mahasiswa sehingga terjadi pembelajaran yang efektif. Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini beberapa kampus memaksakan teknologi yang tidak perlu hanya karena mereka mempunyai teknologi tersebut, karena menurut beliau bukan apa faslitas yang dimiliki tetapi apa yang mahasiswa butuhkan yang lebih penting. Beliau juga menghimbau untuk membiarkan mahasiswa belajar dengan caranya masing-masing dikarenakan setiap individu berbeda dan unik.         
Penyelenggaraan seminar ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan tetapi juga sebagai bentuk kontribusi USD dalam membantu masyarakat dalam bentuk sumbangan teknologi. Seminar ini juga menyadarkan peserta tentang perkembangan apa saja yang terjadi pada teknologi informasi. (PDW)

  kembali