Rangkaian Perayaan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016 Keluarga Besar Sanata Dharma ditutup dengan dua aksi nyata. Pada hari Sabtu, (9/1) Keluarga Besar Sanata Dharma melakukan penanaman pohon di Paroki Santa Theresia Lisieux Boro. Sabtu pagi 50-an karyawan dan dosen Sanata Dharma beserta keluarga dengan seragam nuansa merah marun berangkat menggunakan tiga mini bus, dan satu pick up yang membawa bibit pohon.
Pada hari sebelumnya sekitar 500 bibit pohon sudah dibawa ke lokasi. Bibit pohon yang ditanam adalah jenis pohon yang berfungsi menyerap air, yaitu Aren, Gayam, Beringin, dan juga beberapa bibit tanaman pekarangan. Total bibit pohon yang disediakan panitia 1.000 bibit. Rombongan tiba di Paroki Santa
Theresia Lisieux Boro sekitar pukul 09.00 pagi. Rombongan disambut oleh Romo Fransiskus Xaverius Alip Suwito, Pr. Secara simbolis bibit pohon yang akan ditanam diberikan kepada romo paroki Lokasi penanaman pohon, yaitu Boro, Samigaluh, dan Kalirejo. Di masing-masing lokasi rombongan disambut dengan senang hati oleh umat setempat. Bersama bibit pohon yang ditanam terselip doa dan harapan tumbuhnya perubahan ke arah yang lebih baik. Setelah kegiatan penanaman pohon rombongan ziarah ke makam Rm. J.B Prennthaler SJ.
Aksi nyata kedua adalah berbagi dengan anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) Marganingsih Yayasan Pelita Bunda. SLB yang berada di wilayah karya Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan mendidik 35 siswa yang berasal dari daerah sekitar. Kegiatan berbagi diselenggarakan Jumat (15/1). Panitia Natal dan tahun baru Sanata Dharma diterima oleh ketua yayasan, Tonny Haryanto. Wujud kasih dan kepedulian serta semangat berbagi kepada SLB Marganingsih diserahkan oleh ketua panitia, Juster Donal Sinaga, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut rombongan Sanata Dharma diberikan kesempatan bertatap langsung dengan anak-anak didik. Rombongan juga sempat menyaksikan keterampilan anak didik bernyanyi dan bermain alat musik gamelan. Semoga perubahan yang lebih baik dimulai dari kepedulian yang kecil. (Nal)




