“Menjadi alumni tidak hanya berguna untuk membangun karir bagi diri sendiri, namun juga berbuat nyata untuk kepentingan orang lain.” Itulah salah satu pesan yang disampaikan oleh Rektor Universitas Sanata Dharma (USD), dalam menyambut para alumni USD yang berkumpul dalam acara “Reuni Keluarga Alumni Sanata Dharma” yang dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Desember 2015 bertempat di Ruang Koendjono, Kampus 2 USD Mrican.
Drs. Rumadi, selaku Ketua Ikatan Alumni Sanata Dharma (IKASADHA), memperkenalkan pembicara dan moderator yang hadir pada kesempatan ini; Rieke Diah Pitaloka (Ketua Pansus Lindu 2), GP Sindhunata S.J. (Pemimpin Umum Majalah BASIS), dan Paulus Florus (Penggerak Ekonomi Kerakyatan). Seluruh rangkaian bincang-bincang dipimpin oleh Drs. Susilo Nugroho (Den Baguse Ngarso) yang juga merupakan lulusan USD.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D dalam sambutannya mengungkapkan bahwa USD mewadahi rasa rindu para alumni untuk berkumpul dengan harapan bahwa acara ini tidak hanya sekedar ajang melepas rindu, namun juga untuk mendiskusikan lebih lanjut mengenai kiat-kiat dalam meningkatkan lulusan USD. Rektor menambahkan bahwa reuni ini tidak terpisah dalam rangkain peringatan 60 tahun USD. Tahun ini, USD akan mengeluarkan sebuah program studi baru yaitu Ilmu Ekonomi, sebagai usaha USD dalam berpartisipasi menghadapi permasalahan-permasalahan ekonomi yang dewasa ini sering terjadi dalam masyarakat.
Acara inti dimulai oleh Romo GP. Sindhunata, S.J., selaku Pemimpin Umum Majalah BASIS, yang menyampaikan pengantar orasi kebangsaan berjudul Mengkritisi Pendidikan Melalui Budaya Membaca. Tidak hanya itu, beliau pun turut membagikan beberapa opini para alumni USD mengenai pendidikan yang seluruhnya telah tertuang dalam majalah BASIS edisi terbaru. Acara kemudian dilanjutkan oleh Drs. Susilo Nugroho, selaku moderator, dengan mengundang kedua pembicara; Rieke Diah Pitaloka dan Paulus Florus. Diskusi yang pada umumnya bersifat serius mampu diubah oleh Drs. Susilo Nugroho menjadi sebuah perbincangan yang hidup dan menarik namun tetap memiliki konten yang berbobot.
Rieke Diah Pitaloka mengawali pembicaraanya dengan memberikan apresiasi kepada USD yang awalnya adalah IKIP dengan mahasiswa sejumlah kurang lebih dua ribu, kini telah berkembang pesat hingga memiliki hampir dua belas ribu mahasiswa. Dalam diskusinya, Rieke menegaskan kepada para hadirin bahwa tahun ini adalah awal masuk pasar Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sementara, Paulus Florus berbagi kisah kepada para hadirin dengan topik Tantangan Nyata: Bangsa yang Tergadai. Dalam penjelasannya, Paulus Florus memaparkan bahwa mafia dan koruptor ada di berbagai sektor kehidupan di Indonesia. Diperlukan adanya re-visi atau pemurnian visi pendidikan yang kuat untuk membangun dasar moral yang kuat.
Acara pada pagi hari itu lalu ditutup dengan pemberian kenangan-kenangan secara langsung oleh Rektor USD kepada para pembicara yang telah hadir. Para hadirin melanjutkan dengan acara santap siang yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan alumni setiap fakultas di ruang-ruang yang telah disediakan. (k_ant)




