USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Proyek Seni Indonesia Berkabung

diupdate: 11 tahun yang lalu


Program studi Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma bersama dengan beberapa universitas terkemuka dan komunitas di Yogyakarta menggelar sebuah acara bertajuk Proyek Seni Indonesia Berkabung. Acara yang terdiri dari berbagai macam kegiatan ini telah dimulai pada bulan Juli 2015 yang lalu. Pada hari Selasa dan Rabu, 1 dan 2 Desember 2015, diadakan Lomba Teater Mahasiswa “Anak-anak Negeri Duka” yang puncaknya dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Desember 2015 bertempat di Ruang Koendjono Kampus 2 Universitas Sanata Dharma.
Peserta lomba teater berasal dari berbagai kota di penjuru Indonesia; Teater Camuss (Universitas Islam Asy-Syafi’iyah Jakarta), HIMA Teater ISI (Padangpanjang), Teater ESKA (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta), UKM Seni (Universitas Jember), Teater Kaki Langit (Universitas Negeri Surabaya), Teater Sendratasik (Universitas Negeri Surabaya),Rumah Generasi Berkarya (Universitas Muhammadiyah Palembang), Teater Misbah (Universitas Negeri Yogyakarta), Teater Padi (PP.An-Nuqayyah Sumenep), dan Teater Hampa (Universitas Negeri Malang). Diharapkan melalui kegiatan ini, baik para peserta, juri, dan para penonton bisa saling bertukar pengalaman selama proses dua hari di Auditorium Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Zuhdi Siswanto, selaku Ketua Panitia, mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya terhadap semua peserta yang telah berproses selama dua hari.
Rendra Bagus Pamungkas, selaku moderator, mengundang ketiga tamu undangan untuk sharing pengalaman yang mereka miliki. Mereka adalah Bapak Landung Simatupang, Bapak Whani Darmawan, dan Ibu Tia. Sebelum memulai obrolan, Rendra menyampaikan surat yang telah ditulis oleh salah satu juri, Joned Suryatmoko, yang berhalangan hadir bersama. Obrolan dimulai oleh Bapak Landung Simatupang, selaku koordinator juri lomba. Beliau menceritakan kiprahnya di dunia teater pada tahun 70-an yang jauh berbeda dengan apa yang dimiliki anak muda saat ini. Whani Darmawan, sebagai salah satu juri, memberikan komentar secara kritis terhadap setiap penampilan. Ibu Tia, seagai salah satu penonton yang juga bagian dari Sekretariat Bersama #SeniIndonesiaBerkabung, mengungkapkan bahwa apa yang telah terjadi selama dua hari terakhir adalah hal yang luar biasa. Beliau turut mengungkapkan bahwa kehadiran teman-teman yang saat ini mengikuti perlombaan ini telah terpilih untuk menyampaikan gagasan tentang berkabung kepada publik. Obrolan berlangsung dengan serius dan diselingi jenaka. Adapula sesi pertanyaan dimana para peserta bisa berkomunikasi langsung dengan para juri. Tiba di saat yang telah dinanti, juri mengumumkan hasil perlombaan di depan seluruh peserta. Teater Kaki Langit asal Surabaya keluar sebagai juara pertama dalam perlombaan ini.
Bapak St. Sunardi, selaku Koordinator proyek #SeniIndonesiaBerkabung, mengucapkan terimakasih atas kesediaannya kepada semua yang telah datang dengan membawa semangat. Beliau mengucapkan kebanggaannya terhadap dunia teater di Indonesia yang masih eksis dan mencolok. Beliau berharap bahwa pengalaman selama dua hari ini bisa membangkitkan ide-ide yang bisa dilanjutkan untuk ke depannya. (k_ant)

  kembali