USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Malam Ekspresi Sastra Indonesia 2015: Ciak-ciak Lingkungan Hidup

diupdate: 11 tahun yang lalu


Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma mengadakan Malam Ekspresi Sastra Indonesia yang diadakan pada 28 November 2015 dengan tema "Ciak-ciak Lingkungan Hidup" yang dalam Bahasa Indonesia berarti jeritan-jeritan lingkungan hidup. Tema ini diambil dari bahasa daerah Kalimantan, yang tidak lama ini sedang mengalami kerusakan alam berupa kebakaran hutan yang sangat parah. Bengkel Sastra mengambil tema ini karena mempunyai rasa prihatin akan keadaan lingkungan sekitar yang semakin rusak akhir-akhir ini. Jadi, melalui acara tahunan Sastra Indonesia ini, panitia beserta Ketua Prodi Sastra Indonesia, Dr. P. Ari Subagyo, M. Hum., yang turut memeriahkan acara ini, ingin mengajak seluruh mahasiswa Sastra Indonesia untuk berekspresi melalui kegelisahan yang dialami oleh sekitar kita.
Acara yang diadakan di ruang K.31 Universitas Sanata Dharma Mrican ini berlangsung meriah. Mahasiswa dari angkatan 2012 sampai 2015 turut memeriahkan acara ini. Khususnya untuk angkatan 2015, karena acara malam ekspresi ini sebagai salah satu simbol penyambutan sekaligus menandakan bahwa mereka sah menjadi bagian dari Sastra Indonesia USD. Teman-teman angkatan 2015 dibagi menjadi lima kelompok kecil untuk mengekpresikan kegelisahan mereka atas lingkungan hidup. Kelima kelompok itu menampilkan drama-drama kecil. Mereka mengekspresikan sekaligus mengkritisi melalui jalan cerita naskah yang sudah mereka susun kurang lebih selama sebulan. Latihan yang mereka tekuni selama ini tidak sia-sia, semua kelompok tampil dengan memukau. Di balik itu ada banyak pesan yang mereka sampaikan. Salah satu kelompok mereka menceritakan bahwa ada seorang pertiwi yang begitu cantik, tetapi orang-orang di sekitarnya malah ingin memperkosanya. Pertiwi ini diandaikan sebagai bumi kita yang sangat cantik dan indah, tetapi malah banyak orang yang merusaknya bukan merawatnya. Selain itu ada berbagai penampilan yang menghibur dari angkatan 2012 sampai dengan 2014. Mereka bernyanyi bersama, salah satunya angkatan 2014 yang menyanyikan lagu daerah dari Lombok. "Saya ingin memperkenalkan daerah asal saya ke teman-teman semua, hehehe," ujar sang gitaris saat diwawancarai oleh MC di atas panggung.
Acara tahunan malam ekspresi ini diharapkan menjadi salah satu sarana baik bagi mahasiswa Sastra Indonesia untuk melatih bakat yang mereka punya. Selain menjadi aktor dalam drama, mereka bisa menjadi tim di balik drama itu sendiri, seperti lighting. Bengkel Sastra Indonesia ingin mengajak mahasiswa/i tidak hanya belajar di dalam kelas saja, tetapi menciptakan sebuah karya sastra dalam acara ini. "Acara ini harus terus berjalan setiap tahun, karena di acara ini kita bisa berekspresi secara bebas." kata Tita, salah seorang mahasiswi Sastra Indonesia angkatan 2014. (ATP)

  kembali