Perbedaan itu memang indah dan mengharukan. Itulah yang tampak dari berbagai macam pertunjukan seni budaya yang ditampilkan dalam pesta perpisahan yang sekaligus menjadi penutup program kerjasama antara LBUSD (Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma) dan NUS (National University of Singapore). Acara tersebut diseleggarakan pada hari Sabtu, 13 Juni 2009 di ruang seminar LPPM, kampus II Mrican USD. Lebih lanjut, berbagai macam perbedaan tersebut dapat dilihat dari para tamu dan juga dari jenis tari dan nyanyian khusus dipersembahkan bagi keenam mahasiswa NUS. “Kami berterimakasih atas kepercayaan NUS dan bahagia atas pencapaian teman-teman NUS selama belajar di Lembaga Bahasa. Kalian bukan sekedar teman, tapi lebih dari itu, kita semua adalah keluarga disono. Satu keluarga.” Begitulah ujar Dr. Retno Muljani, Direktur LBUSD dalam pidatonya. Hal senada juga disampaikan oleh Evelyn, salah satu mahasiswa NUS, dalam pidatonya yang diucapkan dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih. “Kami senang bisa belajar disini selama 3 minggu. Kami belajar banyak hal. Kami juga ingin berterima kasih atas kesabaran, kesetiaan, dan kesediaan semua instruktur dalam membimbing kami semua.” Suasana kekeluargaan juga terlihat dalam pesta perpisahan yang kental dengan ragam budaya tersebut. Nampak hadir dalam pesta tersebut, para keluarga homestay, para staf pengajar, tamu undangan, dan para murid asing ILCIC (Indonesian Language and Culture Intensive Course) LBUSD, seperti para frater SJ dari Myanmar dan Thailand, mahasiswa/i Kanda University Jepang, dan mahasiswa/i Haverford College. Acara yang sarat makna dan hiburan tersebut menyuguhkan tari-tarian tradisional seperti tari Serampang Dua Belas, ditarikan oleh beberapa instruktur LBUSD, tari Puspita dan permainan gamelan yang secara khusus dibawakan oleh para mahasiswa NUS sendiri, tari Isaang dari Thailand yang ditarikan oleh para frater SJ. Selain itu, ada juga persembahan nyanyian dari para instruktur dan juga frater SJ. Suasana juga Nampak mengharu biru saat para mahasiswa, yang pada hari itu berbalut pakaian tradisional dari beberapa daerah di Indonesia, harus berpamitan kepada keluarga homestay masing-masing. Rupanya pembelajaran di Indonesia, khususnya di LBUSD, begitu membekas dihati mereka. (Bunga)




