Dalam rangka Dies Natalis ke 60 tahun, Universitas Sanata Dharma (USD) pada hari Minggu, 15 November 2015 menggelar kegiatan Festival dan Lomba Mural di Kampus III USD, Paingan, Maguwoharjo. Lomba mural ini dibagi dalam dua kategori, yang pertama adalah kategori mahasiswa yang diikuti oleh civitas academica USD dan yang kedua adalah kategori pelajar yang diikuti oleh para siswa-siswi SMA dan sederajat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 sampai dengan 19.00 WIB. Tema yang diangkat dalam kegatan ini adalah Pendidikan Transformatif. Apa yang dimaksud dengan pendidikan transformatif dan bagaimana hubungan pendidikan transformatif ini dalam pembelajaran mahasiswa USD?
Sebagaimana diungkapkan oleh Rektor USD, Johannes Eka Priyatma, M.SC., Ph.D bahwa USD menaruh perhatian besar kepada pendidikan integral, mencapai keunggulan dalam akademik dan nilai-nilai humanistik. Artinya dalam kesadaran itulah pembelajaran di USD didesain tidak hanya membuat para mahasiswa betah belajar di dalam kelas saja tetapi juga punya aktivitas di lingkungan kampus yang mendukung penggalian akan nilai-nilai dan usaha transformasi masyarakat. Hal yang mendasari adalah lingkungan di sekitar kita juga membentuk dan memproses pembentukan karakter kita.
“Seni mural dipilih sebagai salah satu aktivitas bukan sekedar memberikan sentuhan estetis tetapi juga sarat dengan nilai-nilai etis yaitu seruan kebenaran di tengah situasi keprihatinan masyarakat, karena setiap gambar yang dibuat mengungkapkan realitas atau fakta yang terjadi. Lebih dari itu seni mampu mewujudkan harapannya yang tanpa batas. Mural dalam konteks mendidik ini menyediakan kreativitas, harapan, inovasi, dan mimpi. Dari situlah seni menjadi wadah yang menciptakan daya imajinasi untuk selalu melakukan perubahan yang lebih baik. USD juga menyadari bahwa lewat aktivitas mural, nilai-nilai justru digali, diolah dan dilibati oleh mahasiswa dan calon mahasiswa (para siswa) dengan dinamis.” demikian ungkapan lanjut Rektor USD.
Sebagai simbolisasi dalam acara mural ini, Rektor memberikan guratan kuas yang dituangkan dalam tembok kanvas yang disediakan dengan membentuk huruf U. Dan dalam proses pembuatan gambar mural di dalam tembok kanvas, para peserta begitu antusias dan bersemangat menyelesaikan masing-masing gambar. Dalam festival dan lomba mural ini, USD mendapatkan kehormatan karena kedatangan empat orang seniman yaitu Samuel Indratma dari Fork Mataram Institut yang merangkap sebagai juri perlombaan, Kumbo Adiguna, Yaksa Agus, dan Totok Buchori. Keempat seniman ini mempersembahkan hasil guratan mural mereka di dalam kanvas tembok yang telah disediakan oleh panitia. Salah satu juri yang tidak ketinggalan adalah Romo Robertus In Nugroho Budisantoso, SJ, M.Hum, M.P.P, dosen Magister Manajemen USD. Festival dan lomba mural ini diramaikan oleh alunan musik Sadhar Jazz dan Sexen Band.
Dalam detik-detik pembacaan pemenang lomba mural ini, Mas Samuel mengungkapkan bahwa lomba mural ini tidak hanya bertaraf lokal atau lingkup Universitas saja tetapi juga bertaraf nasional. Hal ini didasarkan oleh jumlah peserta yang banyak dan begitu beragam gambar sarat makna yang dituangkan oleh peserta. Inilah ibadah seni mural yang sangat indah karena kita dapat menikmati makna kehidupan yang tertuang dalam guratan cat kuas. Semoga acara ini dapat bertumbuh kembang dan semakin besar menjangkau lebih luas lapisan masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan oleh Romo In Nugraha bahwa nada dasar dalam lomba mural ini adalah ungkapan kegembiraan di mana antusiasme dan
semangat para peserta mewarnai lomba mural ini. Dalam gambar yang dibuat oleh para peserta, tampak gelora yang mau disampaikan oleh para anak muda tentang apa dan bagaimana pendidikan itu bisa melakukan perubahan di dalam kehidupan. Gambar yang dituangkan menampakkan refleksi visual dan menyimbolkan makna yang mendalam tentang realitas hidup yang terjadi. Karena setiap gambar disusun dan diciptakan lewat proses yang panjang,
artinya ada riwayat dan perencanaan maka gambar ini merupakan bagian dalam kehidupan manusia sendiri.
Setelah dua juri selesai memberikan sambutan, diumumkan hasil juara lomba mural bahwa untuk kategori mahasiswa: Juara III 3Kb, nomor dinding 29; Juara II Dadak’an Art, nomor dinding 26; dan Juara I Sendok Piring Movement, nomor dinding 7. Untuk kategori SMU dan sederajat: Juara III T-Maker (SMA Negeri 2 Bantul), nomor dinding 109; Juara II ALMY (SMA Negeri 1 Wonosari), nomor dinding 107; dan Juara I PL Art (SMA Pangudi Luhur Yogyakarta), nomor dinding 120. Selamat buat para juara, selamat berkarya di kesempatan selanjutnya. (FXAP)




