USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

DOSEN-DOSEN USD IKUTI LOKAKARYA PENDAMPINGAN MAHASISWA "CURA PERSONALIS"

diupdate: 18 tahun yang lalu

Cura personaslis atau yang dikenal sebagai perhatian pribadi dosen terhadap mahasiswanya agar setiap mahasiswa berkembang menjadi pribadi yang utuh menjadi topik yang hangat selama tiga minggu ini di USD. Tanggal 16, 23, dan 30 Mei 2009 Sekretariat Mission dan Identity bekerja sama dengan Campus Ministry mengadakan lokakarya pendampingan mahasiswa “Menuju Pendampingan Mahasiswa yang Cura Personalis Melalui Dosen Pengampu Mata Kuliah” di Panti Semedi Klaten. Lokakarya yang dihadiri oleh segenap dosen tetap USD ini sebenarnya bertujuan untuk memberkan rekomendasi kepada USD untuk mencari format dan mengambil langkah-langkah strategis dalam mendampingi mahasiswa di tengah perubahan zaman dan pergeseran dan kesenjangan nilai-nilai. Rektor USD Rm. Dr. P. Wiryono P, SJ dalam sambutannya mengungkapkan bahwa di USD peran dosen tidak sekedar mentransformasi ilmu atau kemampuan kognitif tetapi juga membantu mengembangkan mahasiswa agar menjadi pribadi yang utuh, unggul, dan mampu manusia bagi sesama (men and women for others). Apalagi saat ini tantangan-tantangan yang dihadapi kaum muda begitu kompleks dan jumlah mahasiswa begitu banyak. “Untuk itu perlu proses pendewasaan bagi mahasiswa melalui interaksi dosen-mahasiswa, kurikulum, dan iklim kampus”, tegas Rektor. Lokakarya ini dibuka dengan sharing mahasiswa Gani Prabowo (Akuntansi) dengan membeberkan persoalan-persoalan non-akademik yang dialami mahasiswa USD. Persoaaan yang terungkap antara lain berada dalam ranah jati diri, ekonomi, pergaulan, maupun kriminalitas. Berbagai persoalan yang diungkapkan ternyata di luar dugaan komplesitasnya. Sharing ini disambung dengan sharing yang diberikan oleh salah satu dosen pendamping mahasiswa John Phillio Simanjuntak, SE, MM (Manajemen). Menurut John pendekatan dan pendampingan mahasiswa sebaiknya ditekankan pada prinsip untuk diajak berpikir dan diberi alternatif-alternatif dan menghormati keputusan mereka. “Mahasiwa selayaknya dijadikan subyek bukan obyek penghakiman”, tambah John. Sementara itu MV Mudayen, S.Pd. dosen FKIP yang menyampaikan sharing tentang penanaman nilai-nilai terhadap mahasiswa menegaskan bahwa pendidikian nilai harus menyangkut pada empat dimensi, yaitu diri sendiri, Tuhan, sesame, dan alam lingkungan. Hal penting yang perlu digarap dalam pendampingan mahasiswa menurut Prof. Dr. Johana E. Prawitasari dari Fakultas Psikologi UGM adalah membangkitkan minat, membangun keuletan di tengah zaman yang instan dan manja ini, metode belajar, dan motivasi. Dalam sesi diskusi kelompok untuk memberikan rekomendasi, rata-rata kelompok mengusulkan agar dosen memiliki komitmen dan hati dalam mengembangkan mahasiswa. Kurikulum atau tepatnya mata kuliah yang diampu dinilai dapat menjadi wahana strategis dalam memberikan pendampingan maupun penyampaian nilai-nilai. Dosen memang sedikit dituntut untuk membangun relasi interpersonal dengan mahasiswa yang lebih intensif dengan membuka diri, menghafal nama, dan menciptakan komunitas non-formal di kampus. (tti)

  kembali