“Cintaku tak harus miliki dirimu, meski perih mengiris-iris segala janji”. Begitulah sepetik lirik lagu yang dibawakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Cantus Firmus USD dalam konser bertajuk Celebraseum: Bring the Legends Back di Auditorium Driyarkara USD pada hari Sabtu, 7 November 2015.
Konser yang mengangkat tema museum ini telah berhasil mengaduk-aduk emosi para penonton melalui balada lagu yang dibawakan oleh para penyanyi. Lagu-lagu tersebut merupakan lagu-lagu dengan genre Baroque, Pop Klasik, Negro, dan Pop Legendaris. Dipandu oleh Kris Rahardian Rahardjosidhi sebagai kondaktur, para penyanyi melantunkan suara merdu mereka diiringi oleh chamber dari Sakanca Chamber. Konser yang membutuhkan waktu persiapan selama lima bulan ini turut mengajak UKM lain yang ada di USD, antara lain Teater Seriboe Djendela, Masdha, Karawitan, Sexen, Group Tari Sanata Dharma (Grisadha), Tutu Club, KSR, dan Psynema. Liem Dhanny Prayogo Halim, selaku Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa suka duka telah dialami baik penyanyi maupun panitia dalam mempersiapkan konser ini. Semua yang terlibat telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik dengan harapan pengunjung dapat menikmati suguhan acara pada malam hari itu. Rosendi Galih Susani, selaku Ketua Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus, mengungkapkan bahwa konser ini dipersembahkan sebagai sebuah kerinduan untuk bernyanyi bersama serta sebagai aspirasi untuk mengembangkan bakat dan talenta yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia yang secara khusus diberikan kepada anggota PSM Cantus Firmus, sekaligus merayakan hari jadi PSM Cantus Firmus yang ke-17.
F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. selaku Ketua Dies Natalis USD ke-60 mengungkapkan bahwa pada rangkaian kegiatan Dies Natalis tahun ini, terdapat banyak acara kesenian seperti Pergelaran Roro Mendut, Wayang Orang, Festival Budaya Nusantara, dan Konser Celebraseum turut menjadi salah satu acara dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis USD yang keenam puluh ini. Beliau menambahkan, kegiatan seni yang diadakan di USD tidak berfokus pada keinginan menjadi seorang seniman, melainkan pada keinginan untuk menghidupi nilai humanis, yang tak lain dan tak bukan adalah salah satu motto yang dimiliki USD, Cerdas dan Humanis. Rektor Universitas Sanata Dharma, Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. menyatakan kebanggaannya terhadap seluruh anggota Paduan Suara Mahasiswa Cantus Firmus yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan konser ini. Konser ini menjadi bukti nyata dari proses belajar di USD: peristiwa merencanakan, peristiwa berkomunikasi, dan peristiwa bekerjasama.
Seketika pengunjung duduk di kursi, pengunjung akan dibawa dalam suasana museum, di mana para penyanyi berpose bak patung elegan di atas panggung. Tepat pada tengah malam, patung-patung tersebut mulai hidup dan bernyanyi dengan penuh perasaan. Namun, terdapat salah satu patung yang berada di dalam kotak sendirian. Dia adalah Michael, seorang pria kesepian yang terkunci di dalam kotak. Di dalam kesendiriannya, dia gusar melihat teman-temannya yang bisa bernyanyi secara bebas kesana kemari. Saat teman-temannya pergi meninggalkan dia, datanglah Cantika, seorang gadis jelita yang bekerja sebagai satpam museum di hari pertama. Cinta dan konflik tak luput dari kisah pertemuan mereka malam itu. Perbedaan keadaan yang menjadikan canda tawa berakhir menjadi haru biru. Mesikpun demikian, mereka memutuskan untuk tetap bersahabat walau dalam hati masih menyimpan rasa suka.
Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES. DEA, selaku Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, yang turut hadir dalam konser ini, memberikan apresiasi terhadap USD atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswanya untuk berekspresi di bidang tarik suara, bahkan hingga saat ini berumur tujuh belas tahun. Meskipun keangggotaan silih berganti, namun PSM Cantus Firmus tetap berjaya seperti malam ini. Kopertis Wilayah V Yogyakarta selalu mendukung kegiatan positif dari para mahasiswa, tidak hanya bidang akademik, namun juga pada bidang non-akademik, seperti kesenian. (k_ant)




