USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Seminar Remaja: Aku Kegencet Gadget

diupdate: 11 tahun yang lalu


Organisasi Guidance and Counseling Ministry Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma mengadakan kegiatan BK USD Berbagi, “Seminar Remaja: Aku Kegencet Gadget” merupakan salah satu rangkaian kegiatan ini. Seminar diselenggarakan pada hari Sabtu, 7 November 2015 di Kampus III USD Paingan.
Seminar ini diikuti oleh siswa yang berasal dari 28 Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Panitia mengangkat tema gadget, sebagai bentuk keprihatinan Guidance and Counseling Ministry,akan maraknya cyberbullying, kasus penyimpangan dalam hal beretika di media sosial, serta minimnya optimalisasi penggunaan gadget dan media sosial di kalangan remaja Yogyakarta.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, seminar ini bertujuan menggugah generasi muda, khususnya para remaja Sekolah Menengah agar memiliki pemikiran yang lebih kritis dan relevan tentang beberapa hal berikut. Bagaimanakah sebaiknya diri saya menyikapi perkembangan gadget yang sangat pesat? Akankah saya menjadikan benda portable itu gaya hidup saya? Ataukah saya menjadikannya belahan jiwa saya, yang jika tanpanya saya akan kebingungan setengah mati (hidup)? Ataukah saya akan menjadikannya sebagai alat bantu untuk mengembangkan potensi diri? Jika jawaban saya adalah pilihan terakhir, kiranya hal-hal apa saja yang sebaiknya saya lakukan? Begitulah seminar ini diharapkan dapat membuka mata, hati, dan pikiran peserta. Bahwasanya mereka saat ini hidup di zaman gadget. Jika mereka tidak mengikuti perkembangan maka mereka akan tertinggal dan kesulitan. Maka perilaku macam manakah yang sebaiknya dikembangkan untuk menyikapi tantangan hidup di zaman gadget ini?
Sejalan dengan tujuan seminar di atas, sebagai pembicara pertama, bapak Genjadid Utomo, S.Psi. mengulas tuntas sisi positif dan negatif penggunaan gadget, serta indikasi-indikasi yang dapat diamati terkait penyimpangan dalam penggunaan gadget. Sebagai pembicara kedua, bapak Izyudin Abdussalam dari komunitas Weldgood pun melengkapi seminar ini dengan berbagi tentang banyak hal, yang dapat dilakukan para peserta untuk mengoptimalisasi penggunaan gadget, media sosial, dan internet yang dimiliki. Seminar ini menjadi semakin hidup ketika pertanyaan-pertanyaan para siswa dan guru BK mulai dilontarkan pada sesi tanya jawab. Antusiasme yang sedemikian luar biasa dari peserta, menunjukan kepada kita semua bahwa bahasan tentang gadget dalam seminar ini sungguh menjadi kebutuhan masa kini.
Fakta di lapangan dunia pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar guru-guru tidak mengetahui apa yang dimainkan oleh peserta didik dalam gadget kepunyaan mereka. Padahal pemahaman akan dunia peserta didik sangatlah fundamental dalam rangka mendampingi mereka belajar di Sekolah. Fakta tersebut dikuatkan, ketika guru BK peserta seminar tak seorang pun yang mengangkat tangan - mengatakan bahwa dirinya mengetahui salah satu games yang sangat populer di kalangan peserta didiknya. Maka suatu hal yang tak mengherankan ketika banyak kasus peserta didik yang motivasi belajarnya menurun karena keranjingan bermain games, tidak dapat tertangani dengan baik di Sekolah. Sedangkan peserta didik yang keranjingan dengan gadgetnya, tidak sedikit yang mulai mengalami nomophobia.
Seminar yang meriah ini menjadi semakin lengkap dan spesial, karena dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan lainnya, yaitu: dinamika kelompok, phobia healing, diskusi lanjutan tentang Aku Kegencet Gadget antara dosen, pembicara, dan guru BK, serta pameran Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Gelak tawa peserta yang mengikuti dinamika kelompok, wajah riang dan berani peserta yang telah sembuh dari phobia, ucapan terima kasih yang tulus dari para guru yang mengikuti diskusi dengan dosen dan pembicara, serta mata antusias peserta yang mengikuti pameran, membungkus rangkaian kegiatan ini menjadi momen yang sungguh bermakna. (CV)

  kembali