Sejumlah 43 orang pustakawan sekolah-sekolah di lingkungan Yayasan Marsudirini mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan di Perpustakaan Universitas Sanata Dharma tanggal 19 – 24 Juli 2010. Mereka berdatangan dari berbagai tempat di tanah air, seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Muntilan, Salatiga, Ambarawa, Jakarta, Bogor, Bali, dan Perawang (Riau).
Prof. Dr. Frans Susilo SJ, selaku Kepala Perpustakaan USD, dalam sambutan pembuka pelatihan menyatakan apresiasi kepada pihak Yayasan Marsudirini atas kepeduliannya terhadap perpustakaan sekolah di lingkungan yayasan tersebut. Kualitas sekolah antara lain ditentukan oleh kualitas perpustakaannya, dan kualitas perpustakaan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya koleksi dan sarana-prasarana yang tersedia, tetapi juga - dan terutama - oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan tersebut. Dengan tujuan itulah kiranya pelatihan ini diadakan.
Sementara Sr. Theresie OSF, selaku ketua Yayasan Marsudirini, mengatakan bahwa pelatihan pengelolaan perpustakaan belum pernah diadakan di lingkungan Yayasan Marsudirini, sehingga pelatihan ini sungguh merupakan suatu kesempatan yang istimewa untuk meningkatkan kemampuan para pustakawan di sekolah-sekolah Yayasan Marsudirini.
Selama pelatihan berlangsung peserta mendapatkan materi yang meliputi Pengantar Perpustakaan, Pengembangan Koleksi (berbasis komputer), Pengolahan Koleksi (berbasis komputer), Pelayanan Pemakai (berbasis komputer), Manajemen Perpustakaan, Otomasi Perpustakaan (dengan program aplikasi “Senayan”), dan Pemeliharaan Koleksi. Bp. A. P. Sunarya, salah seorang peserta pelatihan, mengatakan bahwa materi yang diterima selama pelatihan sangat beragam dan lengkap. “Berbeda sekali dengan yang kami kerjakan sehari-hari di sekolah, banyak pengetahuan baru,” katanya di sela-sela waktu istirahat. Selama pelatihan para peserta didampingi oleh Sr. Caroline OSF dan Sr. Fransiska OSF.
Pelatihan ditutup pada hari Sabtu (24/7) dan keluar sebagai peserta pelatihan terbaik, berturut-turut adalah Sr. M. Rustika OSF dari SD St. Theresia Boro, V. Widi Martono S.Pd dari SMK Marsudirini Marganingsih Solo, dan Veronika Etyk Kristianti S.Pd dari SMP Marsudirini St. Theresia Surakarta. Sr. Maria Ellen OSF, wakil ketua Yayasan Marsudirini, mengharapkan bahwa para peserta pelatihan dapat mempergunakan hal-hal yang telah dipelajari selama pelatihan ini untuk meningkatkan pengelolaan perpustakaan di sekolahnya masing-masing. (dra)




