USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

Hari Studi APTIK 2015: "Lingkungan dan Keadilan"

diupdate: 11 tahun yang lalu


“Kasus-kasus pembalakan yang disertai pembakaran hutan, penjarahan sumber alam, kelangkaan air, dan penyingkiran orang miskin dari sumber-sumber yang menyokong kehidupan mereka sudah pada titik mengancam keselamatan ciptaan-ciptaan ekologis. Kami sungguh berharap bahwa kajian akademik yang mendalam terhadap isu-isu ini dapat mendorong perguruan-perguruan tinggi Katolik seluruh Indonesia untuk terlibat dalam penyelamatan ekologi.” demikian antara lain yang disampaikan oleh Romo Mutiara Andalas, SJ, SS, STD selaku Ketua Panitia saat memberikan sambutan pada penyelenggaraan Hari Studi APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) seluruh Indonesia. Hari Studi APTIK tahun 2015 diselenggarakan di Universitas Sanata Dharma pada tanggal 8-10 Oktober 2015 dengan mengambil tema “Lingkungan dan Keadilan".
Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J., M.Sc. selaku Ketua APTIK dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara Hari Studi APTIK dimaksud untuk mendalami masalah lingkungan. Diharapkan melalui studi bersama, kita tidak hanya melihat keseriusan masalahnya tetapi juga menemukan langkah-langkah kongkrit penyelamatan seperti diharapkan Paus Fransiskus. Bersama Paus kita ingin membangun kepercayaan bahwa krisis lingkungan saat ini masih menyimpan harapan-harapan yang masih perlu kita besarkan gemanya. Jalan yang ditawarkan adalah lewat pertobatan, pembaharuan cara hidup, dan pengembangan pendidikan serta spiritualitas baru bagi kepentingan penyelamatan bersama. “Hasil dari Hari Studi APTIK tahun 2015 ini akan menjadi bahan pengambilan keputusan dalam Rapat Umum Anggota APTIK tahun depan.” demikian beliau menambahkan.
Pada hari pertama, Hari Studi APTIK ini menghadirkan 3 pembicara yaitu (1) Dr. Maria Ratnaningsih, SE, MA -Sekretaris Pengurus Yayasan Atma Jaya Jakarta, memaparkan makalahnya yang berjudul “Permasalahan Lingkungan dan Upaya Masyarakat untuk Mengatasinya”; (2) Ir. Arief Yuwono, MA – Staf Ahli Menteri Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, memaparkan makalahnya yang berjudul “Undang-undang 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”; dan (3) Dr. Herry Priyono, SJ – Ketua Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta, memaparkan makalahnya yang berjudul “Kapitalisme dan Ekologi Kehidupan”.
Kemudian pada hari kedua, panitia menghadirkan Dr. Stanislaus Ferry Sutrisna Widjaja, MA, Pr. – Pembina Yayasan Sahabat Lingkungan Hidup Bandung, memaparkan makalahnya yang berjudul “Pengalaman Mengembangkan Eco Camp”. Setelah pemaparan dari pembicara, para peserta yang berjumlah 104 dari 18 perguruan tinggi anggota APTIK ini dibagi menjadi 5 kelompok untuk berdiskusi. Hasil diskusi kelompok kemudian dibahas ke dalam diskusi pleno. Di penghujung acara hari kedua, acara dilanjutkan dengan Gala Dinner ditemani dengan sajian kesenian yang dibawakan oleh para mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Turut bergabung pada acara Gala Dinner ini 80 mahasiswa dari perguruan tinggi anggota APTIK yang mengikuti Kemah Antar Budaya.
Sebagai penutup acara Hari Studi APTIK, pada hari ketiga acara diisi sharing khusus antara Badan Pengurus APTIK dengan Pengurus Yayasan anggota APTIK. Sementara peserta selain Pengurus APTIK dan Pengurus Yayasan, pada hari ketiga ini pulang ke kota masing-masing. (yuma)

  kembali