Sebagai salah satu rangkaian dari Dies Natalis ke-60, Universitas Sanata Dharma (USD) melalui P3MP (Pusat Penelitian dan Pengembangan Mutu Pembelajaran) menyelenggarakan pelatihan edmodo bagi para guru dari berbagai SMA dan SMK di DIY dan sekitarnya pada Sabtu, 19 September 2015 di Universitas Sanata Dharma. Tepat pukul 08.15, acara pelatihan dibuka dengan sapaan hangat dari Rektor Universitas Sanata Dharma, Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, beliau menjelaskan pentingnya melihat peran teknologi dalam dunia pendidikan sehingga dapat digunakan secara tepat. “Teknologi ada bukan untuk menggantikan interaksi tatap muka dengan siswa. Teknologi ada untuk mengoptimalkan pertemuan tatap muka antara guru dan murid,” kata Rektor USD. Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa teknologi seharusnya tidak memisahkan dunia realitas dan dunia digital.
Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., dari P3MP menjelaskan bahwa mengajar adalah juga menanamkan nilai kepada peserta didik yang tidak dapat dilakukan tanpa hadir di tengah-tengah peserta didik. “Tapi, teknologi berperan membantu proses belajar mengajar menjadi efektif karena guru-guru dapat dengan cepat memberikan bahan ajar kepada anak sebelum pertemuan tatap muka sehingga anak punya waktu untuk mengeksplor bahan di luar kelas yang menjadikan pertemuan tatap muka sebagai waktu diskusi yang lebih berkualitas,” lanjut Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum..
Dihadiri para guru dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Pakem, Godean, dan Klaten dari lebih dari 20 sekolah, pelatihan edmodo dilangsungkan dalam tiga sesi. Sesi pertama adalah pengantar, sesi kedua adalah teori dan praktik, dan sesi ketiga adalah praktik. Belajar di akhir pekan ternyata tidak menyurutkan semangat para pendidik anak bangsa untuk mengenal edmodo secara detil. Mendengarkan dengan seksama, menanyakan berbagai pertanyaan seputar edmodo dan melakukan praktek langsung mengoperasikan edmodo adalah bentuk antusias para pahlawan tanpa tanda jasa dalam mempersiapkan diri untuk menggunakan edmodo di sekolah mereka masing-masing setelah pelatihan tesebut.
Universitas Sanata Dharma sebagai institusi pendidikan yang mempercayai bahwa mencerdaskan para peserta didik tanpa menanamkan nilai-nilai luhur kehidupan adalah pendidikan yang sia-sia selalu menaruh perhatian pada bagaimana menghadirkan proses belajar mengajar yang menyenagkan, efektif dan efisien di era modern ini. Menyadari bahwa generasi muda adalah generasi yang sangat akrab dengan teknologi, maka membimbing mereka untuk memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pembelajaran adalah tugas para pendidik yang sangat dipahami oleh Universitas Sanata Dharma. Pada akhirnya, diharapkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut dapat benar-benar bermanfaat dalam menghadirkan dunia digital ke dunia realitas bukan malah memisahkan keduanya. (LLY)




