Sebuah kebanggaan tersendiri bagi UKM Karate INKAI Universitas Sanata Dharma karena berhasil memperoleh tempat di posisi tiga besar pada Kejuaraan Karate “INKAI” Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 September 2015 bertempat di Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setelah cukup lama ‘terhening’ di dalam dojo-nya, akhirnya INKAI USD mampu untuk keluar dan kembali menyuarakan eksistensinya, tidak hanya di dalam kampusnya sendiri, melainkan juga di hadapan dojo-dojo karate lainnya di Yogyakarta.
Dengan menerjunkan 18karateka, INKAI USD telah mengambil sebuah langkah pasti untuk berkompetisi dengan karateka-karatekadari dojo-dojo lain. Ke 18 atlit-atlit muda ini berpartisipasi dalam dua cabang pertandingan yakni kata atau kerapihan jurus, dan kumite atau yang modernnya disebut fighting. Akhirnya, dengan semangat bushido sebagai karateka, tim Sanata Dharma mampu mencapai ranking 2 dengan mengumpulkan 6 emas, 5 perak dan 7 perunggu. Adapun atlit-atlit yang berhasil masuk dalam posisi 3 besar di setiap kelasnya adalah: Lukas Juan Oktora (Akuntansi 2013, Juara 3 kata perorangan senior putra kelas khusus), Aprilius Delonge ( PBSI 2014, Juara 2 kata perorangan junior putra kelas umum), Yonas Ario Hutomo (Psikologi 2014, Juara 3 kata perorangan senior putra kelas umum), Regina Pranatallia (PBSI 2014, juara 3 kumite senior putri - 68 kg), Yosafat Barona Valentino (KBI 2015, Juara 3 kumite senior putra - 67 kg), Stefanus Jesse Fredericko (Manajemen 2013, Juara 1 kumite senior putra - 55 kg), Antonius Jati (Pend. Akuntansi 2014, juara 1 kumite senior putra - 75 kg), dan Patrick Andrada (Sasing 2011, Juara 2 kumite senior putra - 60 kg).
Berlatih karate tidak hanya melulu soal teknik dan teknik saja. Aspek lain yang juga tidak kalah penting adalah moralitas kepribadian dari karateka itu sendiri. Pertandingan karate bukan hanya sekedar ajang untuk menguji siapa yang tekniknya paling memukau. Yang juga penting untuk diketahui adalah di balik lahirnya sebuah kemenangan, terlebih dahulu telah lahir sebuah perjuangan. Perjuangan ini berupa tekad yang bulat, keberanian, semangat, kesabaran, kedisiplinan dan pengendalian diri yang benar. Jiwa sportifitas pun dituntut di sini. Singkatnya, mental sang karateka pun ditempa di sini. Perjuangan inilah yang kemudian melahirkan kemenangan. Juara Umum 2 dalam pertandingan kali ini tidaklah layaknya menjadi suatu ‘pemuas dahaga’ yang mutlak untuk selamanya. Ini barulah sebuah permulaan sederhana “...karena kemenangan hari ini belum tentu adalah kemenangan hari esok. Begitu pula kekalahan hari ini, belum tentu adalah kekalahan hari esok...” begitulah dikutip sepenggal motivasi dari senpai Wisnu Putra, S.T. selaku Wakil Ketua pengurus cabang INKAI Sleman dalam sambutannya pada kejuaraan tersebut.
Peringkat yang diperoleh kali ini diharapkan tidak menjadi akhir dari semangat juang para karateka USD tapi justru menjadi pemicu agar lebih giat lagi dalam berlatih baik dalam disiplin mental maupun teknik. Demikianlah sehingga karateka USD mampu menjadi pribadi yang tidak hanya mumpuni dalam teknik ber-karate tetapi juga dalam mental yang kuat dan dewasa. Diharumkannya nama Universitas Sanata Dharma dalam kejuaraan karate di kancah kabupaten ini adalah langkah awal untuk sebuah perjuangan ke kancah-kancah yang lebih tinggi. (PAT)




